
Pantau - Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh dalam beberapa hari terakhir.
Bencana tersebut dipicu oleh curah hujan ekstrem yang menyebabkan banjir bandang, longsor, serta putusnya akses jalan dan jembatan di berbagai titik.
"Memang bencana ini tidak pernah kita harapkan. Kita tidak tahu kapan datangnya. Kita berdoa agar kondisi ini tidak berlanjut dan cuaca bisa lebih bersahabat ke depan," ungkap Irsan.
Wilayah Terisolasi, Perahu Karet Jadi Kebutuhan Mendesak
Irsan menjelaskan bahwa intensitas hujan tinggi telah terjadi sejak beberapa hari terakhir dan berdampak luas dari Aceh hingga ke wilayah Medan, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah.
Dampak paling signifikan dari bencana ini adalah terisolasinya banyak wilayah karena terputusnya infrastruktur jalan dan jembatan.
Komisi XII DPR RI terus melakukan koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Daerah (BMKGD) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna memastikan respons cepat di lokasi terdampak.
"Banyak daerah yang terisolir. Karena itu, kami berkoordinasi dengan tim rescue di daerah pemilihan saya di Aceh untuk segera mengirim perahu-perahu karet ke wilayah yang tidak bisa dijangkau kendaraan. Air masih tinggi dan masyarakat sangat membutuhkan suplai makanan serta evakuasi ke tempat aman," jelasnya.
Menurut Irsan, keberadaan perahu karet sangat mendesak untuk membantu distribusi bantuan logistik dan proses evakuasi warga dari zona-zona terdampak bencana.
Ia menegaskan bahwa Komisi XII DPR RI akan terus mengawal agar proses tanggap darurat berjalan cepat dan terkoordinasi, khususnya bagi warga yang masih terisolasi.
"Kami berharap semua pihak tetap waspada dan bergotong royong membantu warga terdampak sampai kondisi kembali normal," tutupnya.
- Penulis :
- Gerry Eka









