
Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan 250 paket makanan siap saji bagi korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, sebagai bentuk respons cepat terhadap meningkatnya jumlah pengungsi.
Bantuan disalurkan kepada warga yang mengungsi di Masjid Kuba, Desa Lhok Puuk, Kecamatan Panteraja.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, mengatakan bahwa banjir di wilayah tersebut menjadi perhatian khusus karena dampaknya yang meluas.
"Baznas RI segera turun untuk memastikan para pengungsi mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan, terutama kebutuhan pokok yang mendesak. Baznas juga akan mendirikan dapur umum yang menyediakan 1.000 porsi per harinya," ujarnya.
Kebutuhan Mendesak dan Pemantauan Lapangan
Saidah menjelaskan bahwa banyak warga mengungsi tanpa perlengkapan karena banjir datang secara tiba-tiba dengan ketinggian air yang cukup tinggi.
Kondisi di Masjid Kuba menunjukkan bahwa kebutuhan akan bantuan masih sangat tinggi dan berkelanjutan.
"Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan akan memastikan dukungan diberikan secara berkelanjutan untuk warga terdampak, khususnya makanan pokok," tegas Saidah.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat luas, untuk mempercepat pemulihan.
"Sinergi yang kuat akan mempercepat proses pemulihan dan memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi secara cepat dan tepat," tambahnya.
Relawan Turun Langsung dan Asesmen Lanjutan
Baznas melalui Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) telah melakukan asesmen lanjutan guna memetakan kebutuhan warga secara lebih rinci di lapangan.
Dalam proses distribusi, Baznas RI memastikan bantuan diterima langsung oleh para pengungsi melalui tim relawan yang diturunkan ke lokasi terdampak.
Seluruh langkah ini disebut sebagai bentuk kepedulian konkret Baznas terhadap warga yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Saidah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut membantu dalam penanganan banjir dan pemulihan kondisi para pengungsi.
- Penulis :
- Gerry Eka








