
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa pembangunan kembali rumah warga terdampak bencana di Sumatera harus didesain lebih baik guna meminimalkan risiko bencana di masa depan.
"Kita tidak ingin hanya membangun kembali, tetapi membangun lebih baik sekaligus mencegah timbulnya bencana berikutnya," ungkapnya.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Kamis, yang juga diikuti secara daring oleh Sekretariat Presiden dari Jakarta.
Ia menekankan bahwa Kementerian ATR/BPN perlu mempersiapkan tata ruang dan ketersediaan lahan secara matang, baik untuk relokasi maupun pembangunan perumahan permanen.
Kementerian PU dan Kementerian Perumahan Rakyat juga diminta mempercepat pembangunan rumah sesuai tingkat kerusakan.
"Secara intuisi, rumah rusak berat jadi prioritas. Namun jika rumah rusak ringan bisa segera diperbaiki, pengungsi dapat lebih cepat kembali ke rumah masing-masing sehingga beban camp pengungsian berkurang," jelas AHY.
Presiden Pimpin Rapat Bahas 600 Hunian Tahap Awal di Aceh Tamiang
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Kabupaten Aceh Tamiang untuk membahas pembangunan 600 unit hunian sementara bagi warga terdampak banjir.
Program ini merupakan bagian dari rencana pembangunan total 15 ribu hunian Danantara oleh BPI Danantara Indonesia.
Rapat terbatas tersebut dihadiri oleh 10 menteri Kabinet Merah Putih dan 15 Direktur Utama BUMN yang ikut meninjau progres tahap awal proyek tersebut.
Total hunian yang akan dibangun tersebar di tiga provinsi, yaitu 12 ribu unit di Aceh, sekitar 2.000 unit di Sumatera Utara, dan 500 unit di Sumatera Barat.
Untuk tahap pertama, sebanyak 600 unit hunian sementara di Aceh Tamiang ditargetkan rampung dan diserahkan pada 8 Januari 2026.
Fasilitas Pendukung Disiapkan untuk Warga Terdampak
Selain rumah, pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi warga terdampak bencana.
Fasilitas tersebut meliputi taman bermain, wifi, dapur umum, serta 120 unit toilet dan kamar mandi.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden Prabowo meninjau langsung lokasi pembangunan bersama sejumlah menteri, termasuk Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY, Mendagri Tito Karnavian, dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
- Penulis :
- Gerry Eka








