
Pantau - Dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, menyampaikan tiga permintaan utama untuk mempercepat pemulihan pascabencana banjir besar yang melanda wilayahnya pada akhir 2025.
Ribuan Rumah Hilang, Bupati Minta Pembangunan Huntap Segera Dilakukan
Permintaan pertama yang diajukan adalah pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.
Armia melaporkan bahwa dari total kebutuhan 42.727 unit, sebanyak 37.888 unit rumah hilang dan 4.839 unit rusak berat akibat banjir.
Saat ini, bantuan dari organisasi Danantara baru mencakup 600 unit hunian sementara, jumlah yang dinilai jauh dari cukup.
Armia meminta dukungan pemerintah pusat untuk segera membangun huntap permanen guna menjamin kepastian tempat tinggal bagi warga.
Kebutuhan Pangan Mendesak untuk Ratusan Ribu Jiwa Jelang Ramadhan
Permintaan kedua adalah dukungan bantuan pangan untuk 313.245 jiwa warga Aceh Tamiang.
Bupati menekankan pentingnya ketersediaan beras, telur, minyak goreng, dan gula untuk kebutuhan pokok masyarakat selama enam bulan ke depan, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Kondisi logistik yang belum sepenuhnya pulih membuat distribusi pangan menjadi prioritas dalam masa transisi pemulihan ini.
BLT untuk 111 Ribu KK, Dorong Pemulihan Ekonomi Warga
Permintaan ketiga adalah bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp1 juta per kepala keluarga untuk 111.570 KK terdampak.
Menurut Armia, bantuan tunai ini sangat dibutuhkan untuk mendorong pemulihan ekonomi rumah tangga, terutama di sektor informal yang terdampak berat akibat bencana.
Ia menyebut bahwa bantuan ini akan memberikan ruang bagi warga untuk bangkit dan memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri.
Presiden Prabowo: Semua Akan Diintegrasikan dan Dihitung Ulang
Menanggapi permintaan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungannya dan menyebut bahwa penghitungan ulang anggaran akan segera dilakukan.
Presiden menekankan pentingnya akurasi data agar bantuan tepat sasaran.
"Nanti kita hitung dan integrasikan dengan data semua supaya nanti tepat sasaran," tegasnya.
Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah terdampak terparah oleh banjir, dan proses rekonstruksi kini masuk ke tahap percepatan.
Sebelumnya, Presiden juga telah menyetujui pembentukan Satgas Kuala, yang bertugas melakukan pengerukan sungai dan pengolahan air bersih sebagai bagian dari pemulihan infrastruktur dasar.
Langkah yang disampaikan Bupati Armia dinilai menunjukkan komitmen untuk memastikan pemulihan wilayah berjalan menyeluruh — mulai dari hunian, pangan, hingga ekonomi warga.
- Penulis :
- Gerry Eka








