Pantau Flash
HOME  ⁄  Nasional

Wamentan Tegaskan Negara Hadir Tangani Ternak dan Sawah Terdampak Bencana di Sumatera

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Wamentan Tegaskan Negara Hadir Tangani Ternak dan Sawah Terdampak Bencana di Sumatera
Foto: (Sumber: Arsip - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Sudaryono menjawab pertanyaan awak media terkait Pelepasan Bantuan HKTI Peduli Tahap II untuk Sumatera, di Jakarta, Rabu (31/12/2025). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyatakan bahwa negara hadir untuk menangani dampak bencana terhadap sektor peternakan dan pertanian di sejumlah wilayah Sumatera.

Langkah awal yang dilakukan adalah pendataan menyeluruh terhadap ternak terdampak, guna mendukung proses pemulihan berkelanjutan bagi peternak.

Fokus Awal pada Pendataan dan Penanganan Darurat

Jenis ternak yang didata meliputi ayam, sapi, dan kambing, agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan lapangan dan dapat mencegah kerugian yang lebih besar.

“Kita identifikasi semua, ternak ayam, sapi, kambing, kita identifikasi. Ya, kita kan dari sisi peternakan, kita juga ada program yang nanti kita bantu setelah pemulihan, namanya pemulihan pascabencana gitu,” ujar Sudaryono.

Ia menambahkan, pendataan masih berlangsung di lapangan, sementara penyaluran bantuan akan dilakukan setelah fase kedaruratan selesai.

Saat ini, pemerintah masih berada pada tahap kedaruratan, dengan fokus utama pada bantuan kemanusiaan, termasuk logistik untuk masyarakat terdampak.

“Kalau sekarang ini kan masih kedaruratan jadi orang masih butuh bantuan,” ucapnya.

Program Pemulihan Pascabencana dan Dukungan Anggaran

Usai masa darurat, pemerintah menyiapkan program pemulihan pascabencana, termasuk melalui program “Ayam Merah Putih” untuk membantu peternak yang kehilangan seluruh usahanya.

“Pada pemulihan pascabencana, salah satu yang ada (program) Ayam Merah Putih. Negara kita mampu, anggaran ada. Jadi rakyat yang terdampak, kedaruratannya dibereskan,” tegas Wamentan.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan memperbaiki peternakan yang rusak serta memberikan bantuan peternakan secara langsung.

Selain sektor peternakan, pemulihan juga mencakup sektor pertanian, termasuk perbaikan sawah yang rusak dan pencetakan sawah baru untuk petani terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Data awal dari Kementerian Pertanian menunjukkan:

Sekitar 70 ribu hektare lahan pertanian terdampak

Sekitar 11 ribu hektare mengalami puso atau kerusakan berat

Pemulihan lahan akan dilakukan secara bertahap seiring dengan proses rehabilitasi wilayah terdampak.

Pendataan rinci lahan rusak dijadwalkan dimulai awal Januari 2026.

Tak hanya peternakan dan pertanian, pemerintah juga berkomitmen pada pemulihan kehidupan masyarakat, termasuk pembangunan kembali rumah warga yang hancur di wilayah terdampak.

“Yang sawahnya hancur kita cetakan sawah. Jadi negara komit untuk itu. Termasuk rumah yang hancur, itu kemudian juga akan dibangunkan rumah,” tutup Sudaryono.

Penulis :
Gerry Eka