
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Barat mengambil langkah cepat dalam menangani kejadian tanah longsor di Jalan Jafar RT 006/RW 01, Kelurahan Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, dengan membangun struktur penahan tanah berupa bronjong untuk mencegah longsor susulan.
"Kami tangani sementara dengan bronjongan untuk mencegah terjadinya erosi atau longsor susulan," ujar Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, di Jakarta, Sabtu (3/1).
50 Petugas Dikerahkan, Bronjong Didirikan di Lokasi Longsor
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Purwanti Suryandari, menyatakan bahwa sebanyak 50 petugas dari SDA dan PPSU Kecamatan Kembangan dikerahkan untuk melakukan pembangunan bronjong.
Luasan area yang terdampak longsor diperkirakan mencapai 20 hingga 30 meter persegi.
"Saat ini kami tangani sementara dengan menggunakan bronjong," jelas Purwanti.
Bronjong dipasang untuk menahan pergeseran tanah di tepi Kali Angke dan mencegah erosi lanjutan.
"Bronjongan kuat dan fleksibel menahan pergeseran tanah," tambahnya.
Koordinasi Antisipasi, Tidak Ada Korban Jiwa
Camat Kembangan, Joko Suparno, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk memasang garis pembatas antara area longsor dan rumah warga.
Koordinasi juga dilakukan dengan RT dan RW setempat agar warga tidak melintasi area yang rawan longsor.
"Selain itu, melakukan deteksi dini atau antisipasi kebencanaan berkoordinasi dengan BPBD terkait informasi ketinggian air sungai atau kali serta curah hujan," jelasnya.
Tanah longsor terjadi pada Jumat (2/1) sekitar pukul 19.07 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD Jakarta, Mohamad Yohan, menyatakan bahwa longsor disebabkan oleh erosi tanah di bibir aliran Kali Angke Hulu.
"Erosi tanah di bibir sungai aliran Angke Hulu," ujarnya.
Longsor terjadi tepat di depan rumah warga, namun dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka.
"Nihil korban jiwa," tegas Yohan.
- Penulis :
- Gerry Eka








