Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Amelia Anggraini Minta WNI di Venezuela Tetap Tenang dan Terhubung dengan KBRI Usai Penangkapan Presiden Maduro

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Amelia Anggraini Minta WNI di Venezuela Tetap Tenang dan Terhubung dengan KBRI Usai Penangkapan Presiden Maduro
Foto: (Sumber: Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Pengelolaan Ruang Udara Endipat Wijaya (kanan) bersama Wakil Ketua Pansus RUU Pengelolaan Ruang Udara Nurul Arifin (tengah) dan Amelia Anggraini (kiri) memimpin rapat di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Panitia Khusus DPR menyetujui RUU tentang Pengelolaan Ruang Udara dibawa ke tingkat selanjutnya yaitu rapat paripurna setelah pembahasannya rampung. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa..)

Pantau - Menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat, Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini meminta seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Venezuela untuk tetap tenang, waspada, dan menjaga komunikasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas.

DPR Pantau Ketat Situasi, Serukan De-Eskalasi dan Dialog

Permintaan itu disampaikan Amelia dalam merespons meningkatnya eskalasi politik di Venezuela, termasuk serangan militer AS terhadap instalasi sipil dan militer di sejumlah negara bagian Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026 dini hari.

"WNI diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan menjaga komunikasi dengan KBRI Caracas," ujarnya.

Amelia menyatakan bahwa DPR RI terus memantau secara saksama perkembangan situasi dan menegaskan pentingnya prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif serta menjunjung tinggi kedaulatan negara lain.

Ia menyampaikan keprihatinan terhadap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan karena dinilai berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional, mengganggu stabilitas kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi.

Amelia juga mengimbau semua pihak untuk mengedepankan langkah-langkah de-eskalasi, menahan diri, menempuh dialog, dan mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam PBB dan hukum humaniter internasional—khususnya perlindungan terhadap warga sipil.

Maduro Ditangkap, Venezuela Tetapkan Darurat Nasional

Penangkapan Presiden Nicolas Maduro terjadi setelah Amerika Serikat melakukan serangan militer terhadap instalasi vital di Venezuela, yang meningkatkan ketegangan antara kedua negara.

Presiden AS Donald Trump membenarkan bahwa AS telah menangkap Maduro beserta istrinya dan membawanya ke wilayah AS untuk menghadapi dakwaan federal terkait dugaan perdagangan narkoba dan kolaborasi dengan organisasi teroris.

Pasca penangkapan tersebut, Pemerintah Venezuela menetapkan keadaan darurat nasional.

Mahkamah Agung Venezuela kemudian menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara.

Penulis :
Aditya Yohan