Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Tragedi di Cilegon, Anak 9 Tahun Meninggal Akibat Kekerasan, Pelaku Ternyata Terdampak Utang Kripto

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Tragedi di Cilegon, Anak 9 Tahun Meninggal Akibat Kekerasan, Pelaku Ternyata Terdampak Utang Kripto
Foto: (Sumber: Polda Banten menggelar ungkap kasus pembunuhan anak dari Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera yang melibatkan pelaku HA (31) di Polres Cilegon, Senin (5/1/2026). (ANTARA/HO-Polda Banten))

Pantau - Pada pertengahan Desember 2025, tragedi memilukan terjadi di Kawasan Bukit Baja Sejahtera III, Kota Cilegon, ketika seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun, Muhamad Axle Harman Miller, ditemukan meninggal dunia akibat luka tusuk di rumahnya.

Peristiwa ini mengejutkan masyarakat karena korban masih di bawah umur dan berasal dari keluarga yang cukup dikenal. Ayah korban adalah seorang pengusaha serta anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera.

Motif Pembunuhan Terkait Utang Kripto dan Tekanan Finansial

Polisi yang menyelidiki kasus ini mengarah pada seorang pria berusia 31 tahun bernama HA, yang diketahui bekerja sebagai operator produksi di sebuah perusahaan industri kimia di Cilegon.

Meskipun HA tidak memiliki catatan kriminal dan hidup tampak biasa dengan pekerjaan yang stabil sejak 2019, serta keluarga yang tinggal di rumah kontrakan sederhana, polisi mengungkap bahwa tekanan hidup mulai menggerogoti ketahanan mentalnya.

Motif pembunuhan, menurut polisi, terkait dengan masalah utang kripto yang membuat HA merasa terdesak dan putus asa. Masalah utang ini menambah beban berat dalam kehidupannya.

Penyelidikan dan Pentingnya Memahami Tekanan Mental

Pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap lebih lanjut latar belakang dan motif dari tindakan tragis ini. Kasus ini juga membuka wacana tentang pentingnya memahami tekanan mental yang dialami seseorang, yang meskipun tampak biasa di luar, bisa berpotensi memicu tindakan kekerasan ekstrem.

Penulis :
Ahmad Yusuf