Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

DPR Nilai Kematian Anak di Sukabumi Jadi Alarm Penguatan Deteksi Dini Kekerasan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

DPR Nilai Kematian Anak di Sukabumi Jadi Alarm Penguatan Deteksi Dini Kekerasan
Foto: (Sumber : Tangkapan layar - Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania menyampaikan tanggapan dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI bersama Dewas BPKH di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/2/2026). ANTARA/Tri Meilani Ameliya..)

Pantau - Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania menilai kasus kekerasan terhadap anak berusia 12 tahun berinisial NS hingga meninggal dunia di Kabupaten Sukabumi menjadi alarm penting bagi negara untuk memperkuat sistem deteksi dini perlindungan anak.

Dini menegaskan perlindungan terhadap anak merupakan amanah dan anak bukan objek pelampiasan emosi sehingga negara tidak boleh diam serta pelaku harus diproses hukum secara tegas.

Ia mengatakan, "Kasus ini juga menunjukkan bahwa anak usia 12 tahun, yang sering dianggap sudah cukup besar, ternyata masih sangat rentan mengalami kekerasan. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari keluarga,".

Menurutnya, orang tua dan wali wajib membangun pola asuh penuh kasih, komunikasi terbuka, serta menjauhkan kekerasan dalam bentuk apa pun dalam proses mendidik anak.

Ia menegaskan rumah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak dan bukan tempat yang menakutkan.

Dini menyoroti informasi bahwa kekerasan terhadap NS bukan kali pertama dilakukan pelaku sehingga diduga terdapat tanda-tanda awal yang luput dari perhatian.

Ia meminta masyarakat mulai dari keluarga, lingkungan, hingga aparat setempat lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, kondisi fisik, dan situasi rumah tangga yang berpotensi membahayakan.

Dini menyatakan, "Tetangga, guru, RT/RW, dan tokoh masyarakat tidak boleh bersikap cuek ketika melihat indikasi kekerasan,".

Ia mendorong penguatan sistem deteksi dini, layanan pengaduan yang mudah diakses, serta respons cepat dari pemerintah daerah dan lembaga terkait.

Dini menambahkan, "Saya akan terus mengawal agar negara hadir secara nyata dalam melindungi anak-anak kita, karena masa depan bangsa ditentukan oleh bagaimana kita menjaga generasi hari ini,".

Sebelumnya, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun meninggal dunia diduga akibat dianiaya ibu tirinya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan luka lebam dan luka bakar pada tubuhnya.

Penulis :
Aditya Yohan