
Pantau - PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT Pelni) memproyeksikan akan mengangkut sebanyak 5,7 juta penumpang sepanjang tahun 2026.
"Untuk tahun 2026 ini kami memproyeksikan di sekitar 5,7 juta penumpang," kata Direktur Utama PT Pelni, Tri Andayani, di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Selasa malam, 6 Januari 2026.
Kenaikan Penumpang dan Kinerja 2025
Proyeksi jumlah penumpang tahun 2026 meningkat sekitar 11,76 persen dibandingkan dengan realisasi tahun 2025 yang mencapai 5.154.080 penumpang.
Capaian tahun 2025 tersebut melibatkan seluruh rute kapal Pelni, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).
Tri Andayani, yang akrab disapa Anda, mengungkapkan bahwa realisasi penumpang tahun 2025 mencapai 101,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan 5.095.483 penumpang.
Ia menyatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari peningkatan pelayanan, kesiapan armada, serta pengelolaan operasional yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun 2025.
Fokus BBM, Efisiensi, dan Kapal Ramah Lingkungan
Untuk mendukung operasional 84 kapal di tahun 2026, Pelni memproyeksikan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) sebesar 220 ribu kiloliter (KL).
Estimasi anggaran subsidi untuk kebutuhan BBM tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 triliun.
Perusahaan akan fokus pada efisiensi dan keberlanjutan penggunaan bahan bakar dalam waktu dekat.
Termasuk dalam fokus keberlanjutan tersebut adalah pengadaan kapal-kapal baru yang menggunakan teknologi terkini untuk mendukung penggunaan BBM ramah lingkungan serta kontribusi terhadap target net zero emission (NZE).
"Kami akan terus mendukung penggunaan BBM ramah lingkungan melalui perawatan rutin tangki dan instalasi bahan bakar di atas kapal agar tetap andal dan efisien," ujar Anda.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








