Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

PSEL Dinilai Jadi Solusi Tekan Timbunan Sampah dan Beban Lingkungan di Daerah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PSEL Dinilai Jadi Solusi Tekan Timbunan Sampah dan Beban Lingkungan di Daerah
Foto: (Sumber: Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti. ANTARA FOTO/Fauzan/YU/am..)

Pantau - Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menegaskan pemanfaatan pengolahan sampah menjadi energi listrik atau Waste to Energy (PSEL) dapat menjadi solusi untuk mengurangi beban timbunan sampah yang selama ini menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

TPA Overload dan Pentingnya PSEL

Pernyataan tersebut disampaikan Diana kepada ANTARA di Jakarta pada Jumat, 9 Januari 2026, saat menyoroti kondisi banyak TPA di berbagai daerah yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas atau overload.

Ia menjelaskan kondisi tersebut terjadi karena belum optimalnya upaya pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah sejak dari sumber, baik di tingkat rumah tangga, komunal, maupun kawasan.

Akibat kondisi tersebut, sebagian besar sampah masih ditimbun langsung di TPA tanpa proses pengolahan yang memadai.

Menurut Diana, TPA tetap dibutuhkan dalam sistem pengelolaan sampah yang utuh, namun pengelolaannya harus diawali dengan pencegahan, pengurangan, dan pengolahan agar bebannya tidak semakin berat.

“TPA tetap diperlukan, tetapi pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu agar beban TPA dapat berkurang,” ungkap Diana.

Ia menambahkan dengan penerapan sistem tersebut, kebutuhan luas lahan TPA dapat diperkecil sekaligus menekan beban pencemaran lingkungan yang ditimbulkan.

Proyek PSEL Segera Dibangun di 34 Daerah

Untuk mendukung pelaksanaan PSEL, Kementerian Pekerjaan Umum berkoordinasi dengan Danantara, kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah dalam penyediaan infrastruktur teknis.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan pemerintah akan segera memulai pembangunan proyek PSEL sebagai bagian dari program hilirisasi nasional.

“Pemerintah akan segera memulai pembangunan proyek Waste to Energy di berbagai daerah,” ujar Prasetyo.

Ia mengungkapkan proyek PSEL direncanakan dibangun di 34 titik kabupaten dan kota dengan jadwal peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Januari hingga Maret.

Lokasi pembangunan PSEL diprioritaskan di daerah dengan timbunan sampah lebih dari 1.000 ton per hari karena dinilai membutuhkan penanganan yang segera.

Prasetyo menilai pembangunan PSEL diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus menekan risiko kesehatan akibat penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik.

Penulis :
Ahmad Yusuf