Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemen PU Tuntaskan Jembatan Bailey Krueng Beutong untuk Pulihkan Akses Lintas Tengah Aceh

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemen PU Tuntaskan Jembatan Bailey Krueng Beutong untuk Pulihkan Akses Lintas Tengah Aceh
Foto: (Sumber: Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah menyelesaikan pemasangan Jembatan Bailey Krueng Beutong di Kecamatan Beutong Ateuh Benggala, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. ANTARA/HO-Kementerian PU.)

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) menuntaskan pemasangan Jembatan Bailey Krueng Beutong di Kecamatan Beutong Ateuh Benggala, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, sebagai bagian dari penanganan darurat pascabencana.

Prioritas Konektivitas Pascabencana

Pemasangan jembatan tersebut dilakukan melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh guna memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa menjaga konektivitas menjadi prioritas pemerintah dalam kondisi darurat bencana.

Ia menyampaikan bahwa jalan dan jembatan memiliki peran strategis sebagai penggerak utama aktivitas masyarakat serta distribusi logistik.

“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan dan distribusi logistik tidak terhenti,” ungkap Dody.

Kementerian PU terus melakukan pemulihan akses secara intensif pada ruas-ruas strategis yang terdampak longsor dan kerusakan jembatan.

Hingga 7 Januari 2026, sebagian besar ruas strategis di lintas tengah Aceh telah kembali terhubung dan berfungsi.

Ruas Strategis Mulai Terhubung Kembali

Pemulihan dilakukan baik secara permanen maupun melalui penanganan darurat seperti pemasangan Jembatan Bailey dan pengalihan ke jalur alternatif.

Sejumlah ruas utama yang telah kembali terhubung meliputi Ruas Kota Bireuen–Batas Bireuen/Bener Meriah.

Ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram juga telah kembali dapat dilalui.

Ruas Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya telah tersambung kembali.

Ruas Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren telah berfungsi kembali.

Ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane hingga Ruas Kota Kutacane–Batas Provinsi Sumatera Utara juga sudah dapat dilalui.

Percepatan penanganan difokuskan pada pembukaan kembali akses transportasi darat sebagai jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Beberapa ruas lainnya masih dalam proses penanganan, salah satunya Ruas Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara yang sempat kembali mengalami longsor pada awal Januari 2026.

Penanganan ruas tersebut ditargetkan kembali fungsional pada 9 Januari 2026.

Pada Ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram saat ini tengah dilakukan pengujian beban terhadap Jembatan Bailey yang telah terpasang.

Kepala BPJN Aceh Heri Yugiantoro menyampaikan penanganan darurat dilakukan secepat mungkin dengan memaksimalkan sumber daya yang ada.

“Upaya penanganan darurat terus kami lakukan. Masih terdapat ruas di wilayah Aceh Tengah yang belum sepenuhnya tersambung dan sedang kami tangani. Hari ini sudah terbuka, tetapi masih dibutuhkan peralihan lagi sehingga layak untuk kendaraan roda 4. Laporan dari lapangan 9 Januari 2026 sudah fungsional,” ungkap Heri.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti