Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Tim Badan Geologi Teliti Tanah Amblas Misterius di Limapuluh Kota, Sumbar

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Tim Badan Geologi Teliti Tanah Amblas Misterius di Limapuluh Kota, Sumbar
Foto: Tim dari Badan Geologi Kementerian ESDM melakukan kajian cepat fenomena sinkhole di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Jumat 9/1/2026 (sumber: Antara/Fandi Yogari)

Pantau - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan tim ahli dari Badan Geologi Bandung untuk mengkaji fenomena tanah amblas (sinkhole) yang muncul secara tiba-tiba di kawasan pertanian milik warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Tim Ahli Lakukan Kajian Cepat Selama Dua Hari

Tanah amblas tersebut terjadi secara misterius pada 4 Januari 2026 dan membentuk lubang besar dengan diameter sekitar 20 meter serta kedalaman sekitar 15 meter.

Taufik Wirabuana, anggota tim dari Badan Geologi Kementerian ESDM, menyampaikan bahwa timnya akan melakukan kajian cepat selama dua hari di lokasi kejadian.

"Agenda kami fokus pengambilan data dan pemeriksaan data terhadap fenomena sinkhole di sini," ungkapnya di Kabupaten Limapuluh Kota pada hari Jumat.

Kajian meliputi analisis terhadap aspek tanah dan air, mengingat kondisi tanah amblas di wilayah ini diperkirakan berbeda dengan fenomena serupa yang biasa terjadi di Pulau Jawa.

Taufik mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Jangan terpengaruh isu-isu yang tak berdasar. Contoh yang sederhana, ini misalnya bisa menyembuhkan penyakit. Selama belum ada bukti ilmiah, masyarakat jangan percaya," ia mengungkapkan.

Masyarakat Diimbau Waspada, DPRD Apresiasi Respons Cepat

Taufik juga mengingatkan bahwa terdapat cukup banyak warga yang mengambil air dari lubang sinkhole untuk dijadikan obat, padahal belum ada dasar ilmiah yang membuktikan manfaatnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, M Fajar Rillah Vesky, menyambut baik langkah cepat yang dilakukan oleh Badan Geologi.

"Kajian dari Badan Geologi tentu akan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam mengambil langkah antisipatif dan kebijakan solutif," ujarnya.

Kajian ini diharapkan dapat memberikan penjelasan ilmiah atas fenomena tanah amblas yang menghebohkan warga, serta mencegah munculnya kabar-kabar menyesatkan di tengah masyarakat.

Penulis :
Arian Mesa