Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

KSAD Maruli Simanjuntak Tinjau Sekolah dan Posko Pengungsi Pascabanjir di Tapanuli Tengah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

KSAD Maruli Simanjuntak Tinjau Sekolah dan Posko Pengungsi Pascabanjir di Tapanuli Tengah
Foto: (Sumber: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (kiri) meninjau sekolah terdampak bencana banjir bandang di Kelurahan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (9/1/2026). (ANTARA/HO-TNI AD).)

Pantau - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Maruli Simanjuntak, meninjau sekolah dan posko pengungsi yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Jumat, 9 Januari 2026, sebagai respons atas bencana yang terjadi pada akhir November 2025.

Peninjauan Sekolah dan Bantuan Pendidikan

Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kondisi masyarakat terdampak, kesiapan fasilitas pendidikan, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait.

KSAD didampingi Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa, Danrem 023/Kawal Samudera, Dandim 0211/Tapanuli Tengah, serta Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.

Rombongan meninjau SD Negeri 1A dan SD Negeri 1B di Kelurahan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Di sekolah tersebut, KSAD menyerahkan bantuan pendidikan berupa satu unit mesin sumur bor dan perlengkapan sekolah.

Bantuan sumur bor diharapkan menjamin ketersediaan air bersih pascabencana dan mendukung kelancaran proses belajar mengajar, meningkatkan kenyamanan siswa dan guru, serta menjadi stimulan pemulihan fasilitas pendidikan di masyarakat.

Kunjungan Posko Pengungsi dan Sekolah Darurat

Setelah meninjau sekolah, KSAD melanjutkan kunjungan ke Posko Pengungsi Simpang Sipange dan sekolah darurat yang digunakan untuk kegiatan belajar sementara.

Dalam kunjungan tersebut, KSAD melihat langsung kondisi pengungsi, fasilitas pelayanan, serta proses pembelajaran sementara bagi siswa terdampak bencana.

KSAD menekankan pentingnya perencanaan matang dalam pemulihan pascabencana, dengan fokus pada sektor pendidikan, perumahan, sarana dasar, dan penyediaan air bersih di sekolah.

Sebanyak 35 unit alat berat, termasuk 10 unit truk jungkit, dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak.

KSAD berharap kehadiran TNI Angkatan Darat dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dan membantu percepatan pemulihan kehidupan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya kerja keras dan kolaborasi dengan masyarakat agar pemulihan berjalan cepat dan hasilnya tepat sasaran.

Penulis :
Aditya Yohan