
Pantau - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur mempercepat perbaikan kerusakan pada Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A2 akibat hujan ekstrem yang memicu penurunan struktur fondasi slab on pile.
Kerusakan sepanjang 82,5 meter terjadi di Segmen Karang Joang–Kariangau, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak Rabu (7 Januari) sore hingga Kamis (8 Januari) pagi.
"Terjadi pergerakan pada slab on pile akibat pergeseran tanah disposal yang dipicu intensitas hujan cukup tinggi, sehingga kami langsung mengamankan dan melakukan perbaikan," ungkap Kepala BBPJN Kalimantan Timur, Yudi Hardiana.
Kerusakan Ditangani Penuh oleh Kontraktor
Karena masih dalam masa konstruksi, seluruh biaya perbaikan permanen ditanggung oleh penyedia jasa pelaksana proyek.
Tim BBPJN Kaltim saat ini melakukan inventarisasi kerusakan dan merapikan kembali timbunan hingga mencapai elevasi yang aman.
Yudi menjelaskan bahwa sistem drainase eksisting tidak mampu menahan debit air hujan, yang menjadi pemicu utama pergeseran tanah pada fondasi jalan.
BBPJN segera menyiapkan penanganan teknis permanen, termasuk pembangunan crossing drain di bawah setiap slab on pile untuk mengatur aliran air.
Target penyelesaian ditetapkan pada Maret 2026 agar jalan tol ini dapat digunakan untuk mendukung arus mudik Idul Fitri.
Mitigasi Jangka Panjang dan Pemantauan Cuaca
Langkah mitigasi jangka panjang juga disiapkan, seperti pemasangan energy dissipator pada saluran pembuangan dan perbaikan subdrain untuk melindungi kaki timbunan dari gerusan air.
Penanganan juga mencakup penutupan jalur aliran air yang memotong timbunan serta penyediaan jalur limpasan terarah guna mencegah kerusakan berulang.
"Kami memastikan perbaikan dilakukan menyeluruh dan sesuai standar keselamatan karena target Maret 2026 bukan sekadar selesai, tetapi benar-benar aman dan layak difungsikan," jelas Yudi.
BBPJN Kaltim telah melakukan survei dan inventarisasi pada seluruh titik slab on pile di ruas tol IKN untuk memastikan tidak ada potensi kerusakan serupa.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan bahwa Kalimantan Timur berada dalam kategori Waspada hujan lebat sepanjang Januari 2026.
Pemantauan berkala akan terus dilakukan selama musim hujan, termasuk pembersihan sedimen dan pengukuran muka air tanah di area proyek.
Ruas jalan yang terdampak tidak akan difungsikan sebelum perbaikan dinyatakan aman secara teknis.
- Penulis :
- Gerry Eka







