
Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah mempersiapkan mekanisme rekrutmen guru dan tenaga kependidikan untuk empat Sekolah Garuda baru yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Dua Opsi Pengadaan Guru, Libatkan Banyak Kementerian
Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Sesditjen Saintek), M. Samsuri, menyampaikan bahwa proses rekrutmen masih dalam tahap koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan lintas kementerian dan lembaga.
"Ini kita sedang kebut proses untuk koordinasi dengan BKN, dengan KemenPANRB, Kemenko PMK, juga Kemendikdasmen," ungkapnya.
Beberapa lembaga yang dilibatkan dalam proses ini antara lain Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Samsuri menjelaskan bahwa ada dua opsi pengadaan guru dan tenaga kependidikan yang sedang dibahas.
Pertama, melalui proses mutasi guru-guru yang ahli di bidangnya.
Kedua, melalui rekrutmen baru yang disesuaikan dengan kebutuhan Sekolah Garuda.
"Kemudian yang kedua nanti baru proses rekrutmen barunya. Ini opsi-opsi yang mungkin sedang dibahas, begitu ya," ujar Samsuri.
Sekolah Berbasis STEM, Targetkan Cetak Talenta Global
Sekolah Garuda merupakan sekolah asrama setara jenjang SMA yang mengusung kurikulum pra-universitas dengan pendekatan pembelajaran berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).
Lulusan Sekolah Garuda disiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas top dunia, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Pemerintah menargetkan pembangunan 20 Sekolah Garuda hingga tahun 2029, sebagai bagian dari strategi nasional pengembangan talenta sains dan teknologi.
Pada tahun 2026, empat lokasi pembangunan Sekolah Garuda baru telah ditetapkan, yaitu di Belitung Timur (Bangka Belitung), Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Bulungan (Kalimantan Utara).
Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembinaan terhadap 80 Sekolah Garuda Transformasi.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan unggul yang merata dan inklusif.
"Sekolah Garuda adalah cara pemerintah memperluas akses pendidikan unggul yang inklusif. Meracik talenta sains dan teknologi dari anak-anak berprestasi dari penjuru negeri," ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





