Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemdiktisaintek Ajak PTN Bentuk Konsorsium Pascabencana, Fokuskan Pemulihan Sumatera Lewat Riset dan Mahasiswa

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemdiktisaintek Ajak PTN Bentuk Konsorsium Pascabencana, Fokuskan Pemulihan Sumatera Lewat Riset dan Mahasiswa
Foto: (Sumber: Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek Fauzan Adziman. ANTARA/HO-Kemdiktisaintek RI..)

Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengajak seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk aktif berperan dalam proses pemulihan wilayah Sumatera yang terdampak bencana, melalui riset terkoordinasi dan program pengabdian masyarakat.

Konsorsium Kampus Jadi Strategi Pemulihan Nasional

Ajakan tersebut disampaikan oleh Dirjen Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Kamis.

Ia menekankan bahwa pembentukan konsorsium antarperguruan tinggi menjadi langkah mendesak guna menyatukan kepakaran dan sumber daya dari berbagai kampus.

"Bencana yang terjadi di Sumatera tidak bisa ditangani secara parsial. Kita butuh konsorsium agar kepakaran, riset, dan sumber daya perguruan tinggi bisa digerakkan secara terkoordinasi dan tepat sasaran", ujar Fauzan.

Pemerintah saat ini juga sedang menyiapkan kerangka pemulihan dan rekonstruksi nasional melalui pembentukan satuan kerja khusus yang akan ditetapkan lewat keputusan presiden.

Kebutuhan anggaran pemulihan diperkirakan mencapai Rp60 triliun dan akan dialokasikan berdasarkan rencana aksi serta penguatan ekosistem akademik nasional.

Langkah konkret yang tengah dilakukan meliputi pemetaan wilayah kritis, pengorganisasian keahlian, dan pembentukan basis data ahli kebencanaan dari lingkungan kampus.

Saat ini telah terdata puluhan pakar kebencanaan dari berbagai perguruan tinggi yang siap diterjunkan ke lapangan, dan akan dikoordinasikan melalui konsorsium yang sedang disiapkan.

Mahasiswa Dilibatkan Lewat Program Berdampak

Salah satu langkah utama dalam upaya pemulihan ini adalah peluncuran Program Mahasiswa Berdampak, yang mengintegrasikan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan skema pendanaan proposal.

Program ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pemulihan wilayah terdampak bencana.

Total anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut mencapai Rp18 hingga Rp20 miliar, dengan target pendanaan sebanyak 150 proposal, masing-masing hingga maksimal Rp120 juta.

Selain aspek teknis, Fauzan menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif agar masyarakat memahami proses dan tujuan pemulihan secara menyeluruh.

Media nasional dan konten edukatif akan dimanfaatkan untuk mendukung penyampaian informasi kepada publik.

Dukungan MRPTNI dan Komitmen Universitas Indonesia

Sekretaris Jenderal Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Muryanto Amin, menyebut bahwa pembentukan konsorsium merupakan tindak lanjut dari diskusi para pimpinan perguruan tinggi.

"Kita ingin memastikan kerja perguruan tinggi pascabencana ini punya acuan bersama yang sudah ada. Perlu ada rule book, komitmen, dan pembagian peran yang jelas, supaya upaya pemulihan bisa berjalan lebih cepat", tegasnya.

Rektor Universitas Indonesia (UI), Heri Hermansyah, juga menyatakan komitmen UI dalam mendukung program pemulihan pascabencana secara berkelanjutan.

Ia menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan akses pendidikan bagi masyarakat terdampak dan menegaskan perlunya pendampingan administratif bagi peserta didik yang terkena dampak.

"Pemulihan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi memastikan anak-anak dan generasi muda tetap bisa melanjutkan pendidikan mereka dengan baik", ujar Heri.

Penulis :
Aditya Yohan