
Pantau - Titik pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pascabencana banjir dan longsor terus menurun signifikan seiring diterjunkannya relawan kesehatan oleh Kementerian Kesehatan.
Pada awal bencana, tercatat sebanyak 720 titik pengungsian tersebar di 12 kecamatan di Aceh Tamiang.
Setelah penerjunan relawan pada gelombang pertama dan kedua, jumlah tersebut berkurang menjadi 601 titik.
Per 15 Januari 2026, jumlah titik pengungsian tersisa 129 titik seiring membaiknya kondisi masyarakat.
Relawan yang diterjunkan Kementerian Kesehatan terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, perawat, bidan, petugas gizi, konselor, psikolog, dan psikiater.
Fokus utama relawan adalah memberikan layanan kesehatan serta pemulihan trauma agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.
Pendampingan medis dan psikososial dinilai menjadi faktor utama berkurangnya kebutuhan warga untuk bertahan di lokasi pengungsian.
Dari total 15 puskesmas di Aceh Tamiang, sebanyak 12 puskesmas terdampak banjir berat termasuk ambulans dan puskesmas keliling.
Meski banyak tenaga kesehatan turut terdampak dengan rumah rusak berat, sebanyak 1.253 tenaga kesehatan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Upaya pelayanan kesehatan tersebut didukung oleh Kementerian Kesehatan, TNI-Polri, lembaga swadaya masyarakat, serta organisasi profesi.
Dalam bencana ini tercatat 101 korban meninggal dunia dan tidak ada tenaga kesehatan yang menjadi korban jiwa.
Kehadiran relawan kesehatan dinilai berperan besar dalam mempercepat pemulihan pascabencana dan menurunkan jumlah titik pengungsian secara signifikan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








