
Pantau - Komando Resor Militer (Korem) 032/Wirabraja berhasil mengembalikan konektivitas jalan di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melalui pembangunan Jembatan Armco usai bencana banjir bandang yang melumpuhkan wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Peresmian jembatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya percepatan pemulihan infrastruktur di daerah terdampak.
Jembatan Armco dibangun menggunakan struktur pipa dari lembaran baja galvanis, yang dikenal dengan sebutan gorong-gorong tipe Armco.
Struktur ini dirancang lebih kuat dan aman, serta sudah dapat dilalui berbagai jenis kendaraan.
Akses yang sebelumnya rusak parah akibat banjir bandang dan tanah longsor kini kembali terbuka, memudahkan aktivitas warga dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Jembatan ini menghubungkan beberapa wilayah pedesaan dan diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Agam.
Kolaborasi TNI, Pemerintah Daerah, dan Warga Wujudkan Pemulihan Cepat
Pembangunan jembatan merupakan hasil kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
"Keberadaan jembatan ini tidak sekadar sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Malalak," ungkap Brigadir Jenderal TNI Machfud.
Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini TNI masih berada di daerah-daerah terdampak bencana untuk membantu proses pemulihan.
"Terdapat beberapa tugas utama TNI di lokasi terdampak bencana di antaranya pembangunan jembatan bailey dan jembatan armco, pembangunan hunian sementara atau huntara hingga pembuatan sumur bor untuk kebutuhan air bersih bagi penyintas banjir bandang," ia mengungkapkan.
Sejak bencana melanda 16 kabupaten dan kota di Ranah Minang, Korem 032/Wirabraja telah membangun sejumlah huntara di Kabupaten Agam, Kabupaten Limapuluh Kota, dan Kabupaten Tanah Datar.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti adanya komitmen bersama dalam membangun kembali infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat terdampak bencana.
- Penulis :
- Arian Mesa








