
Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meyakini Sekolah Rakyat menjadi cara efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang terkelola secara komprehensif.
Keyakinan tersebut disampaikan Khofifah saat Bimbingan Teknis kepala sekolah dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat se-Jawa Timur yang digelar di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Sabtu.
Khofifah mengatakan, “Kita ingin menyapa dan mengupdate lebih banyak lagi tentang pengelolaan Sekolah Rakyat yang berbasis asrama agar pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Ia menegaskan penyelenggaraan bimbingan teknis merupakan wujud sikap proaktif Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kompetensi kepala sekolah, wali asuh, dan wali asrama Sekolah Rakyat.
Penguatan Tata Kelola dan Potensi Siswa
Khofifah berharap momentum bimbingan teknis menjadi pijakan untuk memastikan kualitas pengelolaan Sekolah Rakyat yang selaras dengan dinamika sosial yang beragam.
Menurutnya, dinamika sosial tersebut memerlukan mitigasi yang komprehensif agar proses pendidikan berjalan optimal.
Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia, yakni 26 sekolah.
Jumlah peserta didik Sekolah Rakyat di Jawa Timur juga menjadi yang terbanyak dengan total 2.249 siswa.
Peserta didik tersebut terbagi dalam 98 rombongan belajar yang terdiri atas 15 rombongan jenjang sekolah dasar, 35 rombongan sekolah menengah pertama, dan 48 rombongan sekolah menengah atas.
Khofifah menyatakan, “Kita ingin menjadi bagian penguat, penyukses dan pendorong bahwa SR di Jatim ini adalah harapan untuk mendorong potensi-potensi yang brilian dan berlian,” katanya.
Melalui bimbingan teknis, Sekolah Rakyat ditempatkan sebagai wadah strategis untuk mendorong lahirnya potensi anak bangsa yang unggul dan berdaya saing.
Sinergi dan Antisipasi Masalah Sosial
Pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk Sekolah Rakyat guna memastikan proses pembelajaran berlangsung optimal.
Khofifah berharap Sekolah Rakyat mampu menghasilkan lulusan yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Ia mencontohkan apresiasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terhadap penampilan baris-berbaris siswa Sekolah Rakyat asal Jawa Timur saat peresmian 166 Sekolah Rakyat se-Indonesia.
Selain baris-berbaris, siswa Sekolah Rakyat Jawa Timur juga menampilkan pidato dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Arab dan bahasa Jepang.
Khofifah mengatakan, “Sesungguhnya ini di atas ekspektasi. Di dalam SR ini ternyata banyak anak yang brilian dan berlian. Kadang tidak tampak, namun setelah diberi ruang mereka ternyata adalah Brilian dan Berlian,” ujarnya.
Gubernur Jawa Timur mengingatkan kepala sekolah dan tenaga kependidikan agar peka terhadap proses adaptasi siswa yang memiliki latar belakang keluarga dan pendidikan yang beragam.
Ia menegaskan setiap persoalan sosial di lingkungan sekolah harus segera diidentifikasi, diantisipasi, dan dicarikan solusi secara cepat.
Khofifah juga menekankan pentingnya sinergi lintas instansi dalam tata kelola Sekolah Rakyat.
Ia menyampaikan, “Kalau nanti ada masalah, tidak boleh dibiarkan. Dan akan terlampau jauh kalau melapornya hingga ke Kemensos. Maka pesan saya dicari solusinya dengan Dindik dan Dinsos hingga wali kota/Bupati di daerah masing-masing,” tegasnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







