
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Utara mengerahkan seluruh pompa air permanen dan portabel untuk mengatasi genangan banjir di sejumlah titik wilayah, bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), TNI, Polri, dan pengelola kawasan Ancol.
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menyatakan bahwa seluruh pompa milik SDA dalam kondisi siaga dan penyedotan dilakukan secara maksimal di titik-titik genangan.
Koordinasi Antarinstansi dan Pengaturan Lalu Lintas
Pemkot Jakarta Utara membuka pintu air Marina untuk mempercepat aliran air ke laut sebagai bagian dari kerja sama dengan pihak Ancol.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, menyampaikan bahwa petugas disiagakan di jalan-jalan yang tergenang dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Pengendara juga diarahkan ke jalur alternatif guna menghindari kemacetan akibat kendaraan mogok.
Titik Genangan dan Dampak Banjir
Banjir terjadi di sejumlah wilayah seperti Kelapa Gading, Pluit, dan Semper Barat, meskipun sebagian besar genangan di wilayah tersebut sudah mulai surut.
Namun, banjir terdalam masih terjadi di kawasan Gunung Sahari dan beberapa ruas di Kelapa Gading.
"Kami terus lakukan pemantauan hingga kondisi benar-benar aman," ungkap Hendra Hidayat.
Data dari BPBD DKI Jakarta per Minggu siang pukul 11.00 WIB mencatat bahwa terdapat 4 RT dan 18 ruas jalan yang masih tergenang.
Rincian RT terdampak:
1 RT di Kelurahan Ancol, tinggi air 25 cm
2 RT di Kelurahan Pademangan Barat, tinggi air 30 cm
1 RT di Kelurahan Kapuk Muara, tinggi air 30 cm
Rincian ruas jalan yang terdampak banjir:
Jalan Kampung Sepatan, Rorotan Cilincing: 100 cm
Jalan Karang Bolong Raya, Ancol: 70 cm
Jalan Cakung Cilincing: 20 cm
Jalan Kalibaru Barat: 30 cm
Jalan Raya Cilincing Kalibaru: 20 cm
Jalan Babel TNI Rorotan: 40 cm
Operasi Pompa Air Skala Penuh
Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara, Heria Suwandi, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 50 stasiun pompa yang beroperasi di 17 rumah pompa.
Selain itu, 16 unit pompa portabel juga dikerahkan untuk mempercepat penurunan genangan di wilayah terdampak.
Langkah ini merupakan bagian dari respons cepat menghadapi banjir yang masih menggenangi beberapa kawasan strategis di Jakarta Utara.
- Penulis :
- Gerry Eka








