
Pantau - Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan menilai kegiatan pengerukan kali dan saluran air terbukti efektif mempercepat surutnya banjir hingga tiga jam di sejumlah wilayah rawan genangan.
Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan Santo menyampaikan bahwa pengerukan memberikan dampak nyata terhadap pengurangan durasi genangan air.
Ia menjelaskan bahwa “Genangan yang sebelumnya dapat bertahan hingga 10 jam kini dapat berkurang menjadi sekitar dua hingga tiga jam”, ungkapnya.
Pengurangan durasi genangan tersebut terutama terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi yang sebelumnya menyebabkan air sulit surut.
Pengerukan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung aliran air pada kali induk.
Dengan peningkatan kapasitas tersebut debit air dari wilayah hulu maupun kawasan padat penduduk dapat tertampung lebih optimal.
Ke depan Sudin SDA Jakarta Selatan akan menggencarkan pengerukan di sejumlah titik rawan genangan.
Salah satu kawasan yang menjadi fokus pengerukan lanjutan adalah kawasan Cideng.
Di kawasan Cideng tepatnya di belakang gedung KPK terdapat pekerjaan fisik berupa pemasangan lembaran baja atau sheet pile.
Pekerjaan fisik tersebut diiringi dengan kegiatan pengerukan kali pada bagian induk.
Pengerukan pada bagian induk diharapkan mampu menampung debit curah hujan agar tidak meluap ke permukiman.
Upaya tersebut ditujukan untuk mencegah terjadinya banjir di wilayah sekitar.
Santo berharap pengerukan dapat meningkatkan daya tampung sungai secara signifikan.
Pengerukan juga diharapkan mampu menekan risiko banjir di kawasan permukiman saat curah hujan tinggi.
Program pengerukan sejalan dengan kebijakan Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta.
Kebijakan tersebut mencakup normalisasi dan pemeliharaan sungai secara rutin.
Normalisasi dan pemeliharaan sungai dilakukan di lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta.
Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,64 triliun untuk pengendalian banjir.
Selain itu Pemprov DKI Jakarta juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp18,25 miliar untuk sistem pengendalian banjir.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








