
Pantau - Tim gabungan mengevakuasi tiga orang penambang di kawasan Pongkor Kabupaten Bogor Jawa Barat sepekan setelah insiden kepulan asap dan seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Evakuasi dilakukan oleh unsur kepolisian bersama tim emergency response PT Aneka Tambang serta unsur terkait lainnya.
Kepala Kepolisian Sektor Nanggung Ajun Komisaris Polisi Ucup Supriatna menyampaikan keterangan tersebut di Polsek Nanggung.
Proses evakuasi berlangsung sejak Minggu dini hari hingga Senin pagi.
Evakuasi pertama dilakukan pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB hingga 04.00 WIB.
Pada evakuasi pertama tersebut dua korban berhasil dievakuasi dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Evakuasi lanjutan kembali dilakukan pada malam hari hingga Senin pagi.
Pada evakuasi lanjutan tersebut tim menemukan satu korban lainnya yang juga dalam kondisi meninggal dunia.
Dua korban pertama diketahui merupakan warga Desa Urug Kecamatan Sukajaya.
Satu korban lainnya juga merupakan warga Desa Urug Kecamatan Sukajaya.
Lokasi korban berada di titik yang bukan merupakan area operasional PT Antam.
Lokasi kejadian berada di medan yang sulit dijangkau dengan kondisi geoteknik yang tidak stabil.
Di lokasi kejadian masih terdapat gas berbahaya yang membahayakan keselamatan petugas.
Salah satu anggota tim evakuasi sempat tertimpa batu saat proses evakuasi.
Anggota tim tersebut mengalami luka di bagian bahu.
Selain tiga penambang tersebut terdapat dua penambang lain yang meninggal dunia akibat kepulan asap.
Dua korban lainnya telah dievakuasi secara mandiri oleh warga.
Dua korban tersebut merupakan warga Desa Malasari Kecamatan Nanggung.
Pihak kepolisian mendatangi lokasi kejadian setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.
Kepolisian bersama unsur terkait masih melanjutkan pemantauan di lokasi kejadian.
Kepolisian juga membuka posko siaga bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya.
Kepala Region Jawa CSR dan Subdivisi PT Antam Tbk UBPE Pongkor Agustinus Toko Susetio menyampaikan bahwa “proses evakuasi dilakukan dengan risiko tinggi karena lokasi korban sangat berbahaya dan sulit dijangkau”.
Ia menyatakan bahwa “setiap langkah evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati demi keselamatan petugas”, ungkapnya.
Seluruh korban yang dievakuasi dipastikan merupakan warga dan bukan pegawai maupun kontraktor PT Antam.
Lokasi kejadian disebut berada di area nonoperasional yang seharusnya steril dari aktivitas penambangan.
Seluruh korban yang telah dievakuasi diserahkan kepada pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyebab kepulan asap di area tambang tersebut masih dalam tahap investigasi.
Investigasi dilakukan bersama aparat dan otoritas berwenang.
Pihak PT Antam menyatakan masih menunggu hasil penelusuran yang komprehensif agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan bertanggung jawab.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







