
Pantau - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan bertemu dengan Raja Charles III dalam rangkaian kunjungan kerja kenegaraannya di Inggris pada Januari 2026.
Pertemuan tersebut akan membahas isu konservasi gajah di Provinsi Aceh sebagai salah satu agenda utama.
Raja Charles III, yang juga dikenal sebagai pembina organisasi konservasi internasional World Wide Fund for Nature (WWF), sebelumnya telah meminta Presiden Prabowo untuk mendonasikan lahan konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) miliknya di Aceh demi kepentingan perlindungan satwa liar.
"Kurang lebih tahun lalu, sekitar delapan bulan yang lalu, Bapak Presiden telah secara pribadi telah menyerahkan konsesi hutan atas nama PT Tusam Hutani Lestari kepada pemerintah untuk selanjutnya dialihfungsikan menjadi koridor konservasi satwa gajah, yakni atas kerja sama dengan Raja Charles," ungkap Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.
Donasi 20 Ribu Hektar untuk Koridor Gajah
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebelumnya telah menyatakan bahwa seluruh konsesi PBPH PT Tusam Hutani Lestari milik Presiden Prabowo di Aceh telah diserahkan kepada pemerintah untuk dijadikan koridor gajah, bekerja sama dengan WWF sebagai pelaksana konservasi.
Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa pihak WWF sebelumnya mengajukan permohonan penggunaan lahan seluas 10 ribu hektar untuk kawasan perlindungan gajah.
Namun, Prabowo justru menawarkan lahan dua kali lipat dari yang diminta.
Ia menyatakan bahwa dirinya menyerahkan 20 ribu hektar lahan sebagai bentuk dukungan penuh terhadap pelestarian satwa liar.
Bertemu PM Keir Starmer dan Teken Kerja Sama Maritim
Selain bertemu Raja Charles, Prabowo juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara akan menandatangani kerja sama strategis di bidang perkapalan, khususnya terkait pembangunan kapal tangkap untuk nelayan Indonesia.
Prabowo dan Starmer juga akan membahas kemungkinan kerja sama antara Indonesia dan sejumlah universitas terkemuka di Inggris untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia.
- Penulis :
- Arian Mesa








