Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BPBD Bekasi Catat 553 KK Terdampak Banjir Akibat Tanggul Citarum Jebol

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BPBD Bekasi Catat 553 KK Terdampak Banjir Akibat Tanggul Citarum Jebol
Foto: (Sumber: Titik tanggul jebol Sungai Citarum di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Selasa.ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 553 Kepala Keluarga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dody Supriyadi menyampaikan banjir terjadi setelah debit air Sungai Citarum meningkat signifikan hingga membuat tanggul penahan air jebol pada Selasa, 20 Januari 2026 dini hari.

Dody Supriyadi menjelaskan panjang tanggul Sungai Citarum yang jebol mencapai kurang lebih delapan meter sehingga air meluap dan menggenangi permukiman warga.

“Peningkatan debit air Sungai Citarum mengakibatkan tanggul jebol. Air kemudian meluap dan menggenangi permukiman warga. Kondisi ketinggian air mencapai 60 centimeter,” ungkapnya.

Berdasarkan asesmen lapangan, banjir berdampak pada lima kampung dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 60 sentimeter.

Sebanyak 141 Kepala Keluarga terdampak di Kampung Bendungan RT 03/05, 105 Kepala Keluarga di Kampung Gedung Cinde RT 01/05, 152 Kepala Keluarga di Kampung Singkil RT 02/06, 30 Kepala Keluarga di Kampung Gedung Bokor RT 03/03, serta 125 Kepala Keluarga di Kampung Biyombong RT 03/06.

BPBD Kabupaten Bekasi memastikan hingga saat ini tidak ada laporan warga mengungsi maupun korban luka dan korban jiwa akibat banjir tersebut.

Warga memilih bertahan di rumah masing-masing sambil terus memantau kondisi air yang masih melimpas.

BPBD Kabupaten Bekasi telah berkoordinasi dengan aparat desa, RT, RW, serta unsur kewilayahan untuk penanganan banjir di lokasi terdampak.

“Logistik yang kami kirimkan meliputi bronjong, karung, terpal, makanan siap saji, air mineral, serta paket sembako untuk kebutuhan dasar warga,” ujar Dody.

BPBD juga merekomendasikan pembangunan turap permanen di sepanjang bantaran Sungai Citarum sebagai langkah mitigasi jangka panjang.

“Kami masih menyiagakan personel di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf