
Pantau - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami empat kali erupsi pada Jumat (3/4) pagi dengan tinggi letusan mencapai 1.200 meter di atas puncak.
Rangkaian Erupsi Sejak Dini Hari
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.32 WIB dengan visual letusan tidak teramati namun terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 155 detik.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian mengatakan, "Erupsi kedua terjadi pukul 04.02 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," ungkapnya.
Erupsi kembali terjadi pada pukul 04.20 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.200 meter disertai abu berwarna putih hingga kelabu yang mengarah ke barat daya dan barat.
"Kemudian pukul 05.47 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak atau sekitar 4.876 mdpl," katanya.
Status Siaga dan Imbauan Warga
Gunung Semeru saat ini berada pada status Level III atau Siaga sehingga masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer.
Selain itu, masyarakat dilarang berada dalam radius 5 kilometer dari kawah karena rawan bahaya lontaran batu pijar.
Sigit mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu dari puncak Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








