
Pantau - Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana banjir bandang yang masih tinggal di tenda pengungsian, dengan target rampung sebelum bulan suci Ramadan.
Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyatakan bahwa hingga saat ini telah selesai dibangun sebanyak 215 unit huntara yang siap dihuni oleh masyarakat terdampak.
Unit huntara lainnya masih dalam proses pembangunan dan tersebar di delapan kecamatan terdampak bencana di wilayah Kabupaten Pidie Jaya.
"Target kami jelas, seluruh huntara harus rampung sebelum Ramadan agar masyarakat tidak lagi tinggal di tenda," ungkap Sibral Malasyi saat mendampingi Kepala BNPB, Suharyanto, meninjau langsung lokasi pembangunan huntara di Gampong Manyang Cut, Kecamatan Meureudu.
Strategi Pemulihan Pascabencana yang Terukur dan Berkeadilan
Upaya percepatan pembangunan ini merupakan bagian dari strategi besar pemulihan pascabencana yang terencana, terukur, dan berkeadilan.
Pemerintah terus mengintensifkan pemulihan melalui pembangunan huntara dan penyerahan langsung kepada masyarakat terdampak.
Huntara disediakan sebagai solusi agar para pengungsi dapat keluar dari tempat-tempat tidak layak seperti tenda, aula pertemuan, sekolah, maupun rumah ibadah.
Sibral Malasyi menegaskan bahwa huntara merupakan tempat tinggal sementara yang lebih aman dan manusiawi, serta menjadi jembatan menuju pembangunan hunian tetap (huntap).
"Ini bukan sekadar bangunan sementara, tetapi upaya memastikan masyarakat bisa hidup layak, sehat, dan bermartabat setelah bencana," ia menegaskan.
Manfaat Nyata Huntara Bagi Korban Bencana
Menurut Bupati, keberadaan huntara membawa manfaat nyata, antara lain meningkatkan keamanan dan kesehatan, memberikan ruang hidup lebih layak, serta membantu masyarakat kembali beraktivitas.
Huntara juga dinilai mampu menata kembali kehidupan sosial dan ekonomi warga serta menjadi solusi transisi yang jelas menuju hunian tetap.
Seluruh proses pemulihan, kata Bupati, akan dikawal secara transparan, dilaksanakan sesuai aturan, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
"Bersama kita bangkit, bersama kita pulih," ujar Sibral Malasyi menutup pernyataannya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







