Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BNPB Salurkan 99,76 Persen Bantuan Logistik ke Korban Banjir dan Longsor di Sumatra

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BNPB Salurkan 99,76 Persen Bantuan Logistik ke Korban Banjir dan Longsor di Sumatra
Foto: (Sumber: Ilustrasi: Petugas Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) berupaya mengirimkan bantuan logistik makanan dan bahan pokok kepada masyarakat korban banjir bandang di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat menggunakan helikopter, yang terbang dari Bandar Udara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (13/1/2026). ANTARA/HO-Dok. BNPB.)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa sebanyak 99,76 persen dari total bantuan logistik telah berhasil disalurkan kepada korban banjir dan tanah longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga 20 Januari 2026.

Total bantuan logistik yang telah disalurkan mencapai 1.757,03 ton sejak proses distribusi dimulai pada 29 November 2025.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan berbagai moda transportasi untuk memastikan seluruh wilayah terdampak terjangkau.

"Penyaluran dilakukan melalui berbagai moda transportasi untuk memastikan bantuan menjangkau seluruh wilayah terdampak," ujarnya.

Distribusi Gunakan Pesawat, Truk, dan Kapal Laut

Distribusi bantuan logistik dilakukan melalui:

  • 56 sorti pesawat sewa BNPB
  • 64 sorti pesawat Hercules
  • 55 truk jalur darat
  • 7 kapal laut

Khusus pada 19 Januari 2026, distribusi di Provinsi Aceh dilakukan melalui 10 sorti jalur udara dengan muatan 9,9 ton dan 3 truk jalur darat dengan muatan 7,5 ton, sehingga total bantuan logistik ke Aceh pada hari itu mencapai 17,4 ton.

Di Sumatera Utara, bantuan dikirim melalui jalur darat dengan 4 truk bermuatan total 10,31 ton.

Sementara itu, di Sumatera Barat, bantuan disalurkan lewat jalur darat dengan muatan 0,19 ton.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan bahwa sebanyak 113.903 jiwa penduduk terdampak masih berada di lokasi pengungsian.

Transisi ke Rehabilitasi Dipercepat, Fokus pada Kelompok Rentan

Abdul Muhari menegaskan bahwa upaya tanggap darurat dan pemulihan awal terus dilakukan secara terpadu agar proses transisi menuju tahap rehabilitasi bisa berjalan lebih cepat dan terukur.

"Upaya tanggap darurat dan pemulihan awal dilakukan secara terpadu agar transisi menuju tahap rehabilitasi dapat berjalan lebih cepat dan terukur," ujarnya.

Dinamika jumlah pengungsi terus berubah seiring dengan proses pembersihan wilayah terdampak, pemulihan kawasan permukiman, serta pembangunan hunian sementara di sejumlah daerah.

BNPB bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan kementerian serta lembaga terkait lainnya untuk terus mengoptimalkan penanganan darurat.

Fokus utama penanganan saat ini adalah menjamin keselamatan masyarakat terdampak, terutama kelompok rentan.

Penulis :
Ahmad Yusuf