
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Nusa Tenggara Timur untuk mewaspadai potensi gelombang laut tinggi hingga empat meter pada periode 21 hingga 24 Januari 2026.
Peringatan tersebut disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga di Kupang pada Rabu, 21 Januari 2026.
Yandri menyatakan, “Waspadai gelombang setinggi 2,5 sampai 4 meter yang berpeluang terjadi di wilayah perairan NTT,” ungkapnya.
BMKG menjelaskan kondisi gelombang tinggi tersebut dipengaruhi keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah barat daya NTT atau Australia bagian Barat dan bergerak ke arah barat.
Pergerakan bibit siklon tersebut membentuk daerah belokan angin, perlambatan angin, serta pertemuan angin yang memicu peningkatan tinggi gelombang laut.
Selain itu, aktifnya Madden Julian Oscillation turut meningkatkan potensi hujan di wilayah Nusa Tenggara Timur.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah perairan berpotensi mengalami gelombang tinggi, antara lain Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Flores, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, serta perairan selatan Sumba.
Wilayah perairan utara Sabu Raijua, utara Timor, utara Kupang Rote, selatan Sabu Raijua, dan selatan Timor Rote juga diperkirakan terdampak gelombang tinggi.
BMKG mencatat pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan berkisar antara 8 hingga 37 knot.
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang laut yang berlaku mulai Rabu, 21 Januari, hingga Sabtu, 23 Januari 2026.
BMKG mengimbau nelayan mewaspadai kondisi saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Operator kapal tongkang diminta waspada jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Nakhoda kapal feri diimbau memperhatikan keselamatan pelayaran saat kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
BMKG juga meminta masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi serta terus mengikuti informasi resmi cuaca dari BMKG.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








