
Pantau - DPRD DKI Jakarta meminta seluruh dinas terkait penanggulangan banjir dan bencana meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi lintas sektor menyusul prediksi peningkatan intensitas hujan ekstrem di Jakarta dan sekitarnya.
Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike sebagai langkah menjaga kondisi Jakarta tetap aman di tengah potensi cuaca ekstrem berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Yuke menyampaikan, “Seluruh dinas terkait dan wali kota lima wilayah harus terus memantau perkembangan cuaca yang diprediksi akan mengalami hujan lebat hingga ekstrem,” ungkapnya.
BMKG mencatat curah hujan lebat hingga ekstrem mencapai 213,4 milimeter per hari dan diperkirakan berlangsung hingga 26 Januari 2026.
Yuke menegaskan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Dinas Bina Marga, BPBD, serta para wali kota di lima wilayah Jakarta wajib melakukan pemantauan cuaca secara intensif.
Langkah tersebut dinilai penting karena potensi hujan berintensitas tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga April 2026.
Antisipasi Banjir dan Pohon Tumbang
Pemerintah Provinsi Jakarta juga diminta menyiapkan langkah Operasi Modifikasi Cuaca apabila kondisi cuaca semakin tidak menentu guna mengurangi risiko banjir.
Yuke meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota rutin memeriksa kondisi pohon-pohon besar, khususnya di jalan protokol dan kawasan permukiman warga.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mencegah risiko pohon tumbang saat hujan deras yang disertai angin kencang.
Yuke juga menyoroti peran Dinas Sumber Daya Air dalam melakukan penurapan sungai yang rawan longsor serta memperbaiki saluran air dan tali-tali air yang tersumbat.
“Kali dan sungai harus dikeruk secara rutin agar daya tampung air meningkat dan banjir bisa dicegah,” ujarnya.
Kesiapsiagaan Petugas Lapangan
Para wali kota diminta memastikan petugas selalu siaga selama cuaca ekstrem, termasuk melakukan pemantauan ketinggian muka air di wilayah masing-masing.
Yuke menekankan pentingnya kelengkapan sarana dan prasarana keselamatan bagi petugas lapangan agar terlindungi saat menjalankan tugas.
Perlindungan tersebut dinilai krusial terutama ketika petugas harus melakukan evakuasi korban bencana.
Yuke menambahkan, “Insentif juga perlu dipertimbangkan secara berjenjang sesuai risiko dan kemampuan teknis,” katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan







