
Pantau - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menetapkan lima program unggulan Kementerian Pariwisata untuk tahun 2026 guna mendorong pengembangan pariwisata nasional yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.
"Dengan program unggulan, kami masih konsisten mengutamakan peningkatan keselamatan berwisata, desa wisata, program pariwisata berkualitas, dan lainnya sekaligus memperkuat kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian nasional," ungkap Widiyanti.
Kelima program unggulan yang ditetapkan adalah: peningkatan keselamatan berwisata, pengembangan desa wisata, pariwisata berkualitas, Event by Indonesia, serta Tourism 5.0 yang berfokus pada digitalisasi, khususnya dalam sistem perizinan penyelenggaraan event.
Peningkatan Keselamatan dan Pengembangan Desa Wisata
Program peningkatan keselamatan berwisata diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan pelaku pariwisata, terutama pada aktivitas wisata berisiko tinggi atau ekstrem.
Upaya ini dilakukan melalui pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi bagi pemandu wisata.
Tujuan dari pelatihan tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan dalam pencegahan dan penanganan awal situasi darurat.
Sementara itu, pengembangan desa wisata tetap menjadi prioritas utama pemerintah di tahun 2026.
Kementerian menargetkan penguatan jejaring lebih dari 6.100 desa wisata di seluruh Indonesia.
Program ini juga mencakup pendampingan bagi desa yang memiliki potensi serta peningkatan kapasitas masyarakat sadar wisata.
Selain itu, terdapat program sertifikasi desa wisata (Sertidewi) serta sertifikasi halal yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya saing desa wisata.
Pariwisata Berkualitas, Event Global, dan Penguatan SDM
Dalam program pariwisata berkualitas, pemerintah akan mendorong pengembangan minat khusus seperti gastronomi, bahari (marine), wellness, wastra, serta seni dan desain.
"Pendekatan ini ditujukan untuk menarik wisatawan dengan daya beli tinggi sekaligus meningkatkan pengeluaran wisatawan," jelas Widiyanti.
Program ini didukung oleh berbagai kegiatan seperti Gerakan Wisata Bersih, kurasi daya tarik wisata dan pola perjalanan, serta penguatan program Wonderful Indonesia Gastronomy dan Wonderful Indonesia Wellness.
Untuk Event by Indonesia, Kementerian menargetkan penyelenggaraan event-event berkualitas yang mencerminkan identitas Indonesia di tingkat global.
Agenda yang termasuk di dalamnya antara lain Karisma Event Nusantara, SEABEF, serta berbagai event nasional dan internasional lainnya.
Dalam mendukung keseluruhan program, Kementerian Pariwisata memperkuat bidang sumber daya manusia dan kelembagaan.
Pemerintah menjalankan pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi dengan target 1.900 peserta yang difasilitasi langsung oleh pemerintah.
Pelatihan SDM pariwisata juga ditargetkan menyasar 2.090 orang di 38 provinsi, mencakup aspek soft skills, managerial skills, dan pariwisata berkelanjutan.
Pendidikan vokasi diselenggarakan melalui enam politeknik pariwisata dengan target lulusan sebanyak 2.950 orang.
"Penguatan kualitas SDM dan digitalisasi tata kelola, termasuk perizinan event, menjadi kunci untuk memastikan pengembangan pariwisata nasional yang inklusif, adaptif terhadap perubahan, dan mampu bersaing di tingkat global," ia mengungkapkan.
- Penulis :
- Arian Mesa








