
Pantau - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter sebagai langkah strategis untuk mencegah maraknya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan sepanjang tahun 2025.
Ia menyatakan bahwa pendidikan karakter tidak boleh diabaikan karena memiliki peran penting dalam membentuk akhlak dan perilaku siswa.
"Pendidikan karakter tidak bisa dikesampingkan. Ini penting untuk membentuk karakter dan akhlak siswa. Itu yang harus kita luruskan dan perbaiki agar sesuai dengan tujuan dan fungsi utama pendidikan", ujar Lalu Hadrian Irfani di Jakarta.
Kasus Kekerasan Capai Lebih dari 1.000 Sepanjang 2025
Lalu Hadrian mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 1.000 kasus kekerasan terjadi di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi.
"Sepanjang tahun 2025 kami mencatat lebih dari 1.000 kasus kekerasan yang terjadi di sekolah maupun perguruan tinggi. Bentuknya beragam, mulai dari kekerasan verbal hingga fisik. Ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan kita masih menyisakan pekerjaan rumah besar", lanjutnya.
Ia menilai angka tersebut sebagai alarm serius bagi dunia pendidikan nasional.
Salah satu contoh yang disorot adalah kasus kekerasan antara guru dan siswa di sebuah SMK di Jambi, yang berujung pada aksi pengeroyokan guru oleh sejumlah siswa.
Selain itu, ia juga mengkritik tindakan seorang guru yang membawa senjata tajam ke sekolah.
Menurutnya, hal tersebut merupakan tindakan yang sudah melampaui batas sebagai pendidik.
"Saya melihat relasi edukasi antara guru dan siswa tidak berjalan sebagaimana mestinya. Guru tidak memahami sepenuhnya tugas dan kewajibannya, begitu juga siswa", ungkapnya.
Guru Harus Jadi Teladan, Bukan Pemicu Konflik
Lalu Hadrian menekankan bahwa guru seharusnya menjadi figur teladan dan panutan yang layak diidolakan oleh para siswa.
"Guru itu harus menjadi profil yang diidolakan, bukan malah terlibat dalam konflik apalagi kekerasan terhadap siswa", tegasnya.
Ia berharap peran guru dalam membentuk karakter siswa dapat diperkuat kembali melalui pendekatan pendidikan yang lebih humanis dan berorientasi pada nilai moral.
- Penulis :
- Aditya Yohan







