Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Huntara 2 di Aceh Tamiang Dilengkapi Peredam Panas, Dikebut Rampung Sebelum Ramadan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Huntara 2 di Aceh Tamiang Dilengkapi Peredam Panas, Dikebut Rampung Sebelum Ramadan
Foto: (Sumber: Hunian Sementara (Huntara) 2 di Aceh Tamiang dilengkapi material untuk meredam cuaca panas. (ANTARA/HO - Kementerian PU).)

Pantau - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan Hunian Sementara (Huntara) 2 di Kabupaten Aceh Tamiang dirancang dengan material khusus yang mampu meredam cuaca panas, guna memberikan kenyamanan bagi warga terdampak bencana.

Setiap unit hunian dilengkapi atap berlapis aluminium foil yang berfungsi memantulkan radiasi matahari, menjaga suhu ruangan tetap sejuk, terutama pada siang hari.

"Yang terpenting masyarakat bisa masuk ke rumah, keluar dari tenda. Kita dorong percepatan pembangunan hunian-hunian sementara di beberapa tempat, agar warga bisa beribadah Ramadan dengan lebih aman dan tenang", ujar Dody dalam keterangannya.

Hunian Layak di Tengah Kota, Target Selesai Sebelum Ramadan

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kementerian PU untuk mengurangi dampak panas dan tekanan psikologis warga yang tinggal di tenda pengungsian, sekaligus memberikan ruang istirahat yang layak bagi anak-anak, lansia, dan keluarga yang akan menjalani ibadah puasa.

Huntara 2 dibangun dengan konsep modular di Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, di atas lahan seluas 13.248 meter persegi, dengan luas bangunan total mencapai 3.780 meter persegi.

Terdapat 13 blok hunian dan satu unit mushola yang diperuntukkan bagi 156 kepala keluarga atau sekitar 624 jiwa.

Fasilitas pendukung meliputi 78 unit toilet dan 78 unit kamar mandi, untuk menjamin sanitasi dan kesehatan lingkungan warga.

Pembangunan Huntara 2 ditargetkan selesai sebelum Ramadan atau paling lambat pertengahan Februari 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemilihan lokasi di tengah kota dimaksudkan agar lebih tertata dan dekat dengan fasilitas umum seperti sekolah, sehingga lingkungan Huntara dapat mendukung aktivitas warga sehari-hari.

Huntara Diperluas ke Wilayah Terdampak Lain di Aceh

Selain di Aceh Tamiang, Kementerian PU juga mempercepat pembangunan Huntara di wilayah terdampak lainnya di Provinsi Aceh.

Di Kabupaten Bener Meriah, progres pembangunan Huntara telah mencapai 5,32 persen.

Sementara di Kabupaten Pidie Jaya dan Aceh Utara, pembangunan masih dalam tahap awal berupa survei lokasi.

Pembangunan Huntara bertujuan mempercepat pemulihan pascabencana serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa transisi menuju hunian tetap.

Penulis :
Aditya Yohan