
Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan jembatan permanen dan penanganan titik longsoran di wilayah Aceh sebagai respons pascabencana di Sumatera meskipun sejumlah daerah masih dalam status tanggap darurat.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa percepatan ini dilakukan guna menjaga konektivitas dan kelancaran distribusi logistik ke masyarakat terdampak.
"Kita mulai pembangunan permanen beberapa jembatan dan penanganan longsoran di beberapa titik di Aceh. Kita percepat walaupun masih tahap tanggap darurat karena sebagian yang lewat sudah macet, kita tidak bisa mengontrol 100 persen tonase kendaraan. Kalau tidak dipercepat, pembatasan kendaraan berat akan terus menimbulkan persoalan di lapangan, karena masyarakat juga butuh logistik," ungkapnya.
Fokus Penanganan Jembatan dan Longsoran
Pada Januari 2026, terdapat delapan jembatan di Aceh yang mulai ditangani secara permanen, yaitu Jembatan Krueng Meureudu, Krueng Tingkeum, Teupin Mane, Ulee Langa, Krueng Beutong, Pelang, Mengkudu I, dan Pante Dona.
Pembangunan jembatan ini bertujuan menggantikan struktur sementara serta meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap risiko bencana.
"Untuk pembangunan satu jembatan permanen diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 8–9 bulan. Karena ini jembatan permanen untuk masyarakat, sehingga kita bangun dengan perhitungan teknis yang matang agar aman, andal, dan berkelanjutan," ia mengungkapkan.
Khusus untuk Jembatan Krueng Tingkeum, Kementerian PU menyiapkan skema bertahap dengan tetap mempertahankan fungsi jembatan sementara selama proses konstruksi berlangsung.
"Di lokasi ini akan ada jembatan permanen dan jembatan sementara. Ke depan, setelah seluruh penanganan selesai, masyarakat akan memiliki beberapa alternatif jalur sehingga kemacetan dapat terurai secara bertahap," jelas Dody.
Selain itu, Kementerian PU juga menangani 30 titik longsoran di berbagai ruas jalan strategis seperti Bireuen – Batas kota Bireuen/Bener Meriah, Batas Bener Meriah/Aceh Tengah – Kota Takengon, Simpang Uning – Uwaq (Km 370), serta sejumlah jalur lainnya di wilayah Gayo Lues, Nagan Raya, dan Pameu.
Target 20 Jembatan dan 68 Titik Longsor
Secara keseluruhan, Kementerian PU akan menangani total 20 unit jembatan permanen dan 68 titik longsoran di Aceh.
Seluruh pekerjaan tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga Juni 2026.
Dody menegaskan bahwa penanganan jembatan menjadi prioritas utama dalam tahap awal pascabencana untuk mencegah wilayah terisolasi.
"Arahan Bapak Presiden Prabowo jelas, tidak boleh ada satu pun kabupaten dan kota yang terputus konektivitasnya. Karena itu seluruh jembatan nasional kita percepat penanganannya agar logistik dan mobilitas masyarakat tetap berjalan," tegasnya.
Kementerian PU akan terus mempercepat penanganan pascabencana Sumatera dengan berkoordinasi bersama berbagai pihak terkait.
Setelah masa tanggap darurat berakhir, Kementerian PU akan melanjutkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap berbagai infrastruktur dasar yang terdampak.
- Penulis :
- Shila Glorya








