
Pantau - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melakukan pengerukan besar-besaran pada infrastruktur pengendali banjir untuk mengantisipasi curah hujan ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 22–24 Januari 2026.
Optimalisasi Drainase dan Penambahan Kapasitas Tampung Air
Sekretaris Dinas SDA DKI Jakarta, Nugraharyadi, menyampaikan bahwa pengerukan telah dimulai sejak 2 Januari 2026.
“Berdasarkan data per 19 Januari 2026, pengerukan dilakukan di 71 titik sungai/kali dan waduk/situ/embung di lima kota administrasi dengan volume sebanyak 25.746 meter kubik (m³)”, kata Nugraharyadi.
Tujuan pengerukan ini adalah untuk meningkatkan daya tampung air serta mengoptimalkan fungsi sistem drainase, sehingga risiko genangan dan banjir dapat ditekan secara signifikan.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Dinas SDA mengerahkan 260 unit alat berat ekskavator dan 457 unit dump truck guna mengangkut material hasil pengerukan.
Operasi Pompa dan Pasukan Biru Dikerahkan
Sebagai upaya lanjutan mitigasi banjir akibat cuaca ekstrem, Dinas SDA juga mengoperasikan ratusan unit pompa air.
Pompa yang digunakan terdiri dari pompa permanen (stasioner) dan pompa bergerak (mobile), yang dioperasikan untuk menjangkau titik banjir yang tidak dapat dijangkau oleh pompa tetap.
Saat ini terdapat 668 unit pompa permanen yang tersebar di 243 lokasi, serta 536 unit pompa bergerak yang disiagakan di lima wilayah administrasi Jakarta.
Selain itu, sekitar 3.880 personel "pasukan biru" juga disiagakan untuk percepatan penanganan banjir langsung di lapangan.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat merespons dengan cepat apabila terjadi peningkatan genangan di wilayah-wilayah rawan.
Peringatan Dini Hujan Ekstrem dari BPBD DKI Jakarta
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan berlangsung pada 22–24 Januari 2026.
Puncak intensitas hujan diperkirakan terjadi pada 22–23 Januari, sementara hujan lebat masih mungkin terjadi hingga 24 Januari 2026.
Kondisi cuaca tersebut diperkirakan dapat menimbulkan dampak hidrometeorologi seperti genangan dan banjir di sejumlah wilayah Jakarta.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf






