Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kadin Tekankan Sinergi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong Investasi Digital di Forum Ekonomi Dunia Davos 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kadin Tekankan Sinergi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong Investasi Digital di Forum Ekonomi Dunia Davos 2026
Foto: (Sumber: Diskusi dengan tema "Indonesia's Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative, and Competitive Economy" yang digelar di Indonesia Pavilion WEF, Davos, Swiss, Rabu (21/1/2026). ANTARA/HO-BKPM)

Pantau - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat daya tarik investasi digital di Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan dalam diskusi bertema Indonesia's Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative, and Competitive Economy yang digelar di Paviliun Indonesia pada World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Rabu, 21 Januari 2026.

Diskusi ini merupakan bagian dari agenda strategis Indonesia untuk menjadikan transformasi digital sebagai motor penggerak daya saing ekonomi dan magnet investasi di tengah ketidakpastian global.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ekosistem Digital

Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia, Bernardino Vega, menyatakan bahwa ekosistem digital nasional memerlukan kolaborasi erat dari semua pemangku kepentingan.

"Kami memiliki banyak kebijakan yang baik. Dalam investasi digital, ada dua jenis inklusi digital. Pertama, proses yang sudah diotomatisasi tetapi masih berbasis manual. Kedua, disbursement, yaitu proses yang benar-benar berbeda karena peran digital jauh lebih besar dan lebih menyeluruh," ungkapnya.

Diskusi ini juga menyoroti kesiapan Indonesia dalam aspek pasar, infrastruktur, dan kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa penetrasi internet di Indonesia telah melampaui 79 persen dari populasi.

Dengan basis pengguna internet yang besar, nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai 82 miliar dolar AS, menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara.

Nilai tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan adopsi teknologi di berbagai sektor.

Infrastruktur dan Kepercayaan sebagai Fondasi Digitalisasi

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Erwin Hidayat Abdullah, menegaskan pentingnya kepercayaan publik dan arah kebijakan yang jelas.

"Kata kuncinya adalah urutan dan keseimbangan. Kita tidak bisa tumbuh tanpa kepercayaan, kepercayaan adalah prasyarat pertumbuhan. Kapabilitas harus dibangun sebelum memasuki ranah komersial. Dan arah harus ditetapkan sebelum modal digerakkan," ujarnya.

Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Dian Siswarini, menyampaikan bahwa ketersediaan infrastruktur digital merupakan fondasi utama dari digitalisasi nasional.

"Konektivitas sangat penting bagi digitalisasi. Fondasi utama untuk mewujudkan konektivitas yang baik adalah tersedianya infrastruktur digital yang komprehensif," ia mengungkapkan.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyoroti kontribusi layanan digital dalam mendukung inklusi ekonomi, khususnya untuk pelaku UMKM.

"Saat ini, satu dari empat masyarakat Indonesia telah menggunakan layanan berbasis daring, menjadikan layanan digital sebagai bagian dari DNA masyarakat Indonesia. Kami menghadirkan layanan yang menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur yang disediakan oleh pemerintah, kami menetapkan prinsip panduan bagi UMKM, yaitu memastikan platform kami dapat diakses oleh seluruh pelaku usaha di setiap tahap pengembangan, dari memulai, bertumbuh, hingga memperluas usaha," jelasnya.

Indonesia Kirim Pesan Kuat kepada Komunitas Global

Paviliun Indonesia dalam WEF Davos 2026 yang mengusung tema Endless Horizons berlangsung pada 19–23 Januari.

Melalui kegiatan ini, pemerintah bersama dunia usaha menyampaikan pesan kuat bahwa Indonesia siap menjadi tujuan utama investasi digital.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui sinergi lintas sektor, kepastian arah kebijakan, serta visi jangka panjang untuk pembangunan ekonomi digital yang berkelanjutan.

Penulis :
Ahmad Yusuf