Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Indonesia-China Sepakati Pembentukan Laboratorium Bersama untuk Pengobatan Digital dan Kesehatan Proaktif

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia-China Sepakati Pembentukan Laboratorium Bersama untuk Pengobatan Digital dan Kesehatan Proaktif
Foto: Indonesia-China jajaki masa depan kesehatan digital dan AI medis (sumber: Xinhua)

Pantau - Dalam rangka memperkuat kerja sama internasional di sektor kesehatan, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, melakukan kunjungan kerja ke China dan menandatangani nota kesepakatan dengan Xuzhou Medical University untuk pembentukan Laboratorium Bersama China-Indonesia dalam bidang pengobatan digital dan kesehatan proaktif.

Fokus Kerja Sama Kesehatan Digital dan AI Medis

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya strategis Indonesia untuk mempercepat transformasi sistem kesehatan nasional melalui penguatan riset dan pemanfaatan teknologi digital serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) medis yang aman dan sesuai standar.

Fokus kerja sama meliputi penelitian dan studi laboratorium, sistem informasi kesehatan, teknologi AI medis, pendidikan dan pengembangan fasilitas kesehatan, serta standardisasi industri alat kesehatan.

Benjamin menyatakan, "Kerja sama ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan sistem kesehatan digital dan penerapan AI medis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia", ungkapnya.

Kunjungan kerja ini mencakup tiga kota di China, yakni Xuzhou di Provinsi Jiangsu, Hefei di Provinsi Anhui, dan Hangzhou di Provinsi Zhejiang.

Di ketiga kota tersebut, delegasi Indonesia bertemu dengan berbagai mitra strategis di bidang teknologi medis dan kesehatan digital.

Tindak Lanjut MoU Tingkat Tinggi dan Penguatan Industri Dalam Negeri

Nota kesepakatan (MoA) yang ditandatangani merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah Indonesia dan China yang telah disepakati pada 9 November 2024 di Beijing dan disaksikan oleh presiden kedua negara.

Delegasi Indonesia juga meninjau secara langsung penerapan teknologi AI dalam layanan kesehatan primer serta pengembangan alat diagnostik tuberkulosis berbasis Molecular Rapid Testing (MRT).

Pemerintah Indonesia mendorong terjadinya transfer teknologi, penguatan industri alat kesehatan dalam negeri, dan pengembangan fasilitas produksi MRT di Indonesia.

Benjamin menegaskan bahwa seluruh bentuk kerja sama kesehatan internasional harus memperhatikan prinsip transfer teknologi, peningkatan kapasitas nasional, serta perlindungan dan kedaulatan data kesehatan.

Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi fondasi kerja sama berkelanjutan antara Indonesia dan China dalam inovasi berbasis kesehatan digital.

Selain itu, kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas riset nasional guna mendukung prioritas pembangunan kesehatan, percepatan pemberantasan tuberkulosis, dan penguatan layanan kesehatan primer.

Penulis :
Leon Weldrick