Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Penyintas Banjir Bandang Agam Dapat Layanan Kesehatan Gratis, Posko Tetap Buka Selama Dibutuhkan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Penyintas Banjir Bandang Agam Dapat Layanan Kesehatan Gratis, Posko Tetap Buka Selama Dibutuhkan
Foto: (Sumber: Tenaga medis dari Puskesmas Koto Alam, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar saat memberikan layanan kesehatan di posko pengungsian SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Altas Maulana.)

Pantau - Penyintas bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mendapatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan di lokasi pengungsian SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.

Layanan ini diberikan oleh tenaga medis dari Puskesmas Koto Alam dan telah berjalan sejak hari kedua pascabencana yang terjadi pada 28 November 2025.

Warga terdampak merasa sangat terbantu dengan kehadiran layanan medis di lokasi pengungsian.

"Alhamdulillah kita terlayani dengan baik sejak satu hari setelah bencana pada 28 November 2025 hingga saat ini," ungkap salah seorang warga.

Tenaga Medis Aktif Layani Warga di Pengungsian

Salah seorang penyintas, Yunizar (70), mengaku rutin memeriksakan kesehatan minimal sekali seminggu tergantung kondisi tubuhnya.

Tenaga medis juga aktif mendatangi ruang-ruang kelas tempat warga mengungsi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Kepala Puskesmas Koto Alam, Yelmita Juwarnis, menyebutkan bahwa pihaknya menurunkan tim medis lengkap yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, serta menyediakan obat-obatan dan vitamin.

"Minimal setiap harinya ada lima orang petugas yang memberikan layanan kesehatan gratis di lokasi pengungsian SDN 05 Kayu Pasak," jelas Yelmita.

Selama masa rehabilitasi, jumlah pasien yang dilayani di posko kesehatan mencapai 20 hingga 30 orang per hari, dengan keluhan terbanyak berupa demam dan batuk.

Puskesmas juga menyediakan dua unit ambulans dan tetap membuka pelayanan untuk masyarakat umum.

Saat ini, jumlah pasien di Puskesmas sekitar 50 orang per hari, sementara sebulan setelah bencana sempat mencapai lebih dari 100 orang per hari.

Posko kesehatan akan tetap beroperasi sesuai kebutuhan masyarakat di pengungsian.

Ratusan Warga Masih Mengungsi, Kerugian Capai Triliunan Rupiah

Hingga Sabtu, 24 Januari 2026, sebanyak 117 kepala keluarga masih bertahan di lokasi pengungsian SDN 05 Kayu Pasak dan akan segera menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun di dekat lokasi.

Bencana banjir bandang, tanah longsor, dan banjir yang melanda Agam pada 27 November 2025 mengakibatkan:

  • 166 orang meninggal dunia
  • 36 orang masih dinyatakan hilang
  • 2.284 unit rumah rusak
  • 121 sekolah terdampak
  • Sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan

Total kerugian akibat bencana di 16 kecamatan diperkirakan mencapai Rp6,51 triliun.

Penulis :
Aditya Yohan