Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Subsektor Fesyen Sumbang Rp2,79 Miliar ke PDRB Kaltim 2025, Dinas Pariwisata Genjot Transformasi Digital dan Sentra UMKM

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Subsektor Fesyen Sumbang Rp2,79 Miliar ke PDRB Kaltim 2025, Dinas Pariwisata Genjot Transformasi Digital dan Sentra UMKM
Foto: (Sumber: Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim Ririn Sari Dewi (tengah) (ANTARA/ M Ghofar))

Pantau - Perputaran uang dari subsektor fesyen di Provinsi Kalimantan Timur selama tahun 2025 mencapai Rp2,79 miliar, meningkat dari Rp2,34 miliar pada tahun sebelumnya.

Kontribusi Fesyen terhadap PDRB Kaltim Meningkat

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Timur pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp173,95 triliun, dan subsektor fesyen memberikan kontribusi sebesar 0,47 persen.

"Pada 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim sebesar Rp173,95 triliun. Subsektor fesyen Kaltim pada 2025 memberi kontribusi sebesar 0,47 persen terhadap PDRB Kaltim," ungkap pernyataan resmi Dinas Pariwisata Kalimantan Timur.

Pada tahun 2024, kontribusi subsektor fesyen tercatat sebesar 0,41 persen terhadap PDRB sebesar Rp169,21 triliun.

Tiga aktivitas utama yang mendominasi kontribusi subsektor fesyen adalah usaha penjahitan dan pembuatan pakaian sesuai pesanan, industri pakaian jadi dari tekstil, serta pendidikan kerajinan dan perdagangan besar pakaian.

Usaha penjahitan menyumbang 0,22 persen pada 2025 dengan nilai tambah Rp1,32 miliar, naik dari 0,19 persen atau Rp1,05 miliar pada 2024.

Industri pakaian jadi mencatat kontribusi 0,11 persen atau Rp658,53 juta pada 2025, meningkat dari 0,10 persen atau Rp580,38 juta pada 2024.

Sementara itu, sektor pendidikan kerajinan dan perdagangan besar pakaian menyumbang 0,03 persen atau Rp132,3 juta, sedikit naik dari 0,02 persen atau Rp130,08 juta pada 2024.

UMKM dan Digitalisasi Jadi Fokus Pengembangan Ekraf Kaltim

Melihat kontribusi signifikan dari sektor ini, Dinas Pariwisata Kaltim menegaskan komitmennya untuk mengembangkan subsektor fesyen dan subsektor ekonomi kreatif lainnya seperti kuliner dan kriya.

Strategi pengembangan dilakukan melalui pembangunan pusat produksi berbasis sentra UMKM yang disesuaikan dengan keunggulan masing-masing kabupaten dan kota.

"Hal ini penting untuk meningkatkan kapasitas produksi yang diimbangi dengan standardisasi kualitas, perbaikan kemasan, higienitas, sertifikasi halal, kepemilikan nomor induk berusaha (NIB), guna mendorong penetrasi pasar ritel modern dan memperluas akses ke rantai pasok," jelas perwakilan Dinas Pariwisata Kaltim.

Selain itu, percepatan transformasi digital ekonomi kreatif juga menjadi fokus utama.

Langkah digitalisasi tersebut meliputi penguatan talenta, pendanaan inkubasi start-up ekraf digital, dan digitalisasi UMKM melalui pemasaran daring, penggunaan QRIS, integrasi logistik, hingga penyusunan katalog produk.

Tujuan utama dari transformasi digital ini adalah untuk meningkatkan efisiensi serta memperluas pasar subsektor ekonomi kreatif di Kalimantan Timur.

Penulis :
Aditya Yohan