Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Wakil Bupati Bandung Barat Pastikan 23 Warga Selamat Longsor Direlokasi, 111 Jiwa Masih Dalam Pencarian

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Wakil Bupati Bandung Barat Pastikan 23 Warga Selamat Longsor Direlokasi, 111 Jiwa Masih Dalam Pencarian
Foto: Kondisi pengungsian sementara di Kantor Desa Pasirlungu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu 24/1/2027 (sumber: ANTARA/Ilham Nugraha)

Pantau - Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat, Asep Ismail, memastikan bahwa sebanyak 23 warga yang selamat dari bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, telah direlokasi sementara ke kantor desa setempat.

Relokasi ini dilakukan sebagai langkah cepat penanganan darurat guna menjamin keselamatan warga dari potensi longsor susulan akibat cuaca ekstrem.

"Untuk sementara warga yang diungsikan saya arahkan ke pihak kecamatan, agar segera direlokasi dulu ke Desa Pasirlangu," ungkap Asep Ismail.

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan relawan untuk mempercepat proses penanganan darurat.

Fokus utama saat ini adalah pemantauan kondisi tanah dan cuaca di sekitar lokasi bencana.

Kondisi Pengungsian Masih Terkendali

Wakil Bupati menyebut bahwa kondisi tempat pengungsian saat ini masih mampu menampung para warga terdampak.

"Barusan saya lihat, Alhamdulillah, masih dalam kondisi tertampung dan masih memungkinkan untuk tetap berada di desa," ia mengungkapkan.

Kebutuhan dasar bagi para pengungsi mulai dipenuhi secara bertahap, termasuk bantuan logistik dan makanan.

Longsor dilaporkan menimbun hampir seluruh rumah warga di dua kampung yaitu Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu.

"Iya, hampir semuanya tertimbun. Mudah-mudahan longsoran tidak terus berlanjut," kata Asep.

111 Jiwa Belum Ditemukan, Proses Pencarian Terus Berlangsung

Berdasarkan pantauan hingga Minggu (24 Januari) pukul 13.00 WIB, sebanyak delapan korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menyampaikan bahwa proses pendataan dan pencarian terhadap warga terdampak masih dilakukan oleh tim gabungan.

"Sesuai data sementara hingga saat ini, jumlah jiwa yang belum ditemukan atau belum terlacak keberadaannya sekitar 111 jiwa dari 34 Kepala Keluarga (KK). Sedangkan yang ditemukan selamat sebanyak 23 orang, dan sisanya masih dalam pencarian," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah penanganan darurat, khususnya anggaran kebencanaan di awal tahun.

Pemerintah desa berharap dukungan dan bantuan dari berbagai pihak untuk meringankan beban warga terdampak.

Jenis bantuan yang paling dibutuhkan saat ini adalah sembako untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari para pengungsi.

Penulis :
Shila Glorya