Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kinerja Bank Jatim Catat Laba Besar, Komisi II DPR RI Ingatkan Prinsip Kepatuhan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kinerja Bank Jatim Catat Laba Besar, Komisi II DPR RI Ingatkan Prinsip Kepatuhan
Foto: (Sumber: Anggota Komisi II DPR, Ahmad Heryawan, usai rapat bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Jajaran Pemerintah Jawa Timur, serta jajaran direksi Bank Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (22/1/2026). Foto: Srw/Karisma)

Pantau - Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Heryawan mengapresiasi kinerja Bank Jatim yang mencatat laba terbesar sepanjang sejarah berdiri, namun mengingatkan pentingnya menjaga prinsip kepatuhan dan kehati-hatian perbankan.

Berita ini berasal dari DPR RI dan dipublikasikan pada 25 Januari 2026 dalam lingkup kegiatan Komisi II DPR RI.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Heryawan usai rapat bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto yang dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan direksi Bank Jatim di Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 22 Januari 2026.

Ahmad Heryawan menegaskan peran Bank Jatim tidak hanya sebagai pencetak keuntungan, tetapi juga sebagai instrumen pelayanan sosial dan penggerak ekonomi daerah.

Ia menyampaikan, “Kita berkunjung BUMD, ini sebagai sebuah langkah pengawasan dari Komisi II DPR, kita berharap Bank daerah itu menjadi bagian dari cara kita untuk lebih memberikan peluang atau mendorong supaya banyak peluang untuk mendapatkan penghasilan asli daerah,” ungkapnya.

Dalam rapat tersebut, Bank Jatim mencatat pendapatan bunga sebesar Rp7,42 triliun atau naik 28,36 persen secara tahunan.

Pendapatan bunga bersih Bank Jatim juga tumbuh 29,25 persen menjadi Rp5,1 triliun.

Ahmad Heryawan mengapresiasi capaian laba Bank Jatim tahun 2025 yang mencapai Rp1,7 triliun.

Ia menyatakan, “Dan alhamdulillah bank Jatim sudah membuktikan itu dengan baik karena sepanjang bank Jatim ada, tadi menurut paparan, Bank Jatim membutuhkan keuntungan terbesar di tahun ini (2025) yaitu Rp1,7 triliun,” katanya.

Ahmad Heryawan menilai struktur permodalan Bank Jatim berada dalam kondisi kuat dengan tingkat kecukupan modal yang tinggi sehingga memungkinkan ekspansi lebih luas.

Ia menyoroti komposisi kredit konsumtif Bank Jatim yang mencapai 53 persen dan mayoritas disalurkan kepada aparatur sipil negara.

Menurutnya, segmen ASN merupakan captive market bank daerah yang perlu dijaga pengelolaannya.

Ahmad Heryawan mengatakan, “Lalu kita soroti ada 53% kredit konsumtif. Biasanya para ASN yang pinjam, tentu ini captain market untuk, Bank Daerah ya, pertahankan saja jangan ada masalah. Karena itu menguntungkan dan juga membantu para PNS dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya pengelolaan risiko, khususnya terkait rasio kredit bermasalah atau NPL.

NPL Bank Jatim tercatat sekitar 3,9 persen, masih di bawah ambang batas 5 persen namun dinilai masuk kategori tinggi untuk kesehatan perbankan.

Ahmad Heryawan menyampaikan, “Yang tentu kita apresiasi, meskipun tentu saja tidak luput dari beragam hal yang kita soroti ya, diantaranya yaitu NPL masih agak tinggi, yang menggambarkan bahwa masih banyak atau masih ada sejumlah kredit macet, Tapi masih di bawah toleransi ya, di bawah ambang batas, ambang batas pandemi ini 5%, ini baru lebih tinggi 3,9%. Tapi sudah, masuk kategori tinggi untuk kategori kesehatan perbankan,” ungkapnya.

Komisi II DPR RI berharap Bank Jatim dapat mempertahankan kinerja keuangan positif, memperkuat kepatuhan terhadap prinsip kehati-hatian, serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

Bank Jatim juga diharapkan terus mendukung pembangunan Jawa Timur, memperluas akses pembiayaan yang sehat bagi pemerintah daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan