
Pantau - Anggota Komisi VIII DPR RI Muhamad Abdul Azis Sefudin meminta Badan Pengelola Keuangan Haji mengantisipasi dampak melemahnya nilai tukar rupiah akibat ketidakpastian ekonomi global terhadap pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia.
Muhamad Abdul Azis Sefudin menilai ketidakpastian ekonomi global berpotensi memengaruhi stabilitas pembiayaan haji nasional.
Ia menyebut dinamika geopolitik global yang memanas, seperti penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat, perang Rusia Ukraina yang belum berakhir, serta persoalan geopolitik di wilayah Greenland, turut memberi tekanan pada perekonomian global.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada ketidakpastian nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Ia menyampaikan bahwa nilai tukar rupiah saat ini telah mendekati angka Rp17.000 per dolar Amerika Serikat.
Kondisi itu dinilai sangat berpengaruh terhadap biaya penyelenggaraan ibadah haji.
Muhamad Abdul Azis Sefudin menjelaskan pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji menggunakan lebih dari satu mata uang.
Pembayaran haji dilakukan dalam mata uang rupiah, riyal Arab Saudi atau SAR, serta dolar Amerika Serikat.
Ia menegaskan fluktuasi nilai tukar rupiah berpengaruh langsung terhadap keseluruhan biaya haji yang harus ditanggung jamaah.
Oleh karena itu, ia menilai pemerintah dan BPKH perlu menyiapkan langkah mitigasi agar pelemahan rupiah tidak menjadi beban tambahan bagi calon jamaah haji.
Ia menekankan pentingnya peran negara dalam menjaga stabilitas pembiayaan ibadah haji di tengah ketidakpastian global.
- Penulis :
- Aditya Yohan







