
Pantau - Tellasan bhekoh diproyeksikan sebagai medium untuk menebarkan vibrasi kebahagiaan di wilayah Besuki seiring meningkatnya kemakmuran ekonomi berbasis budaya lokal.
Lagu berjudul Tellasan Bhekoh dilantunkan dalam peresmian Pendopo Ki Pate Alos di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Minggu malam, 25 Januari 2026.
Pendopo Ki Pate Alos yang juga difungsikan sebagai kantor bupati tersebut diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Lagu Tellasan Bhekoh untuk pertama kalinya diperkenalkan secara resmi kepada publik dalam sebuah acara kenegaraan setelah sebelumnya menyebar luas di media sosial.
Lirik lagu Tellasan Bhekoh ditulis oleh Trie Utami dengan aransemen musik yang digarap oleh Redy Eko Prasetyo.
Lagu ini memadukan musik tradisional Madura dengan instrumen modern sebagai upaya menjembatani tradisi dan zaman.
Kehadiran Tellasan Bhekoh tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengungkit kesadaran kolektif masyarakat Situbondo, khususnya wilayah Besuki.
Melalui lagu tersebut, masyarakat diajak menyadari kekayaan budaya dan alam yang dimiliki wilayah Besuki.
Besuki merupakan kota tua yang pada masa lalu menjadi pusat pemerintahan tingkat keresidenan.
Wilayah Keresidenan Besuki pada masa itu membawahi Situbondo, Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi.
Selain sebagai pusat pemerintahan, Besuki juga pernah menjadi simpul perdagangan penting di kawasan timur Jawa Timur.
Dalam perjalanan sejarahnya, Besuki mengalami penurunan status administratif dan kini hanya menjadi sebuah kecamatan di Kabupaten Situbondo.
Pemerintah Kabupaten Situbondo di bawah kepemimpinan Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah tidak berupaya mengangkat Besuki melalui hierarki pemerintahan.
Pemkab Situbondo justru melibatkan budayawan Trie Utami dan akademisi Universitas Brawijaya Malang Redy Eko Prasetyo untuk membangkitkan kesadaran budaya masyarakat.
Program Tellasan Bhekoh digagas untuk melecut semangat masyarakat dengan menjadikan tembakau Besuki sebagai titik ungkit utama.
Selain tembakau, potensi kopi, tebu, dan kekayaan maritim juga menjadi fondasi penguatan ekonomi dan budaya Besuki.
Perpaduan kekayaan laut dan daratan menjadikan Besuki dikenal sebagai wilayah biru hijau yang merepresentasikan laut, sawah, dan pegunungan.
Dalam diskusi intensif bersama Pemkab Situbondo, Trie Utami menyampaikan kritik terhadap jargon pembangunan Situbondo naik kelas.
Trie Utami menyatakan, "Jika melihat perjalanan sejarahnya, Situbondo sesungguhnya bukan sedang naik kelas, melainkan kembali ke kelas yang memang sudah menjadi posisinya," ungkapnya.
Redy Eko Prasetyo menambahkan bahwa dalam konteks tembakau Besuki, Situbondo bukan naik kelas melainkan sedang menduduki kembali kelas yang seharusnya.
Dari diskusi tersebut kemudian muncul gagasan hari raya tembakau yang dalam bahasa Madura disebut tellasan bhekoh.
Tellasan bhekoh dipahami sebagai simbol perayaan dan penghormatan terhadap tembakau sebagai identitas serta kekuatan ekonomi budaya Besuki.
Masyarakat Besuki dan Situbondo secara umum menggunakan Bahasa Madura dalam komunikasi sehari-hari.
Program Tellasan Bhekoh diharapkan menjadi fondasi kebangkitan ekonomi dan budaya Besuki yang tidak mudah goyah oleh pengaruh budaya asing.
- Penulis :
- Aditya Yohan







