Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Siapkan Program Rp318 Miliar untuk Pulihkan 2.800 IKM Terdampak Bencana di Sumatera

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemerintah Siapkan Program Rp318 Miliar untuk Pulihkan 2.800 IKM Terdampak Bencana di Sumatera
Foto: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan keterangan kepada pers usai rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin 26/1/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan program pemulihan untuk 2.826 industri kecil dan menengah (IKM) yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera.

Program ini bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi daerah pascabencana, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, "Berdasarkan data hingga 23 Januari 2026, tercatat sekitar 2.826 IKM terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera," ungkapnya.

Rinciannya, sebanyak 1.960 IKM terdampak di Aceh, 647 unit di Sumatera Barat, dan 217 unit di Sumatera Utara.

Dampak dan Sektor Terdampak

Berdasarkan subsektor, sektor pangan, furnitur, dan bahan bangunan mencatat jumlah terdampak terbanyak, yaitu 1.706 unit.

Disusul sektor kimia, sandang, dan kerajinan sebanyak 699 unit, sektor logam, mesin, dan aneka sebanyak 408 unit, serta sektor lainnya sebanyak 11 unit.

Kemenperin telah merespons situasi ini dengan menerbitkan Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 1 Tahun 2026 tentang pemulihan industri kecil di daerah terdampak bencana.

Skema Pemulihan dan Anggaran

Pemulihan dilakukan melalui skema restart industri kecil yang dibagi dua pendekatan, yaitu berbasis sentra IKM melalui rumah produksi bersama dan berbasis unit usaha melalui fasilitasi langsung kepada kelompok usaha bersama.

Tahap pertama dilaksanakan pada Januari hingga Februari 2026 dengan fokus pada pemberian bantuan cepat agar IKM dapat kembali berproduksi.

Tahap kedua berlangsung sepanjang tahun 2026 melalui sistem pengajuan proposal dan verifikasi lapangan.

Hasil verifikasi awal mencatat jumlah IKM terdampak sebanyak 2.824 unit, dengan estimasi kebutuhan bantuan mesin dan peralatan mencapai Rp98,84 miliar, atau rata-rata Rp35 juta per unit usaha.

Selain bantuan alat produksi, program juga mencakup dukungan akses pembiayaan, pemulihan serta perluasan pasar, dan pendampingan peningkatan mutu produk melalui bimbingan teknis dan sertifikasi.

"Jika digabung dengan program pendukung lainnya, total kebutuhan anggaran pemulihan industri kecil pascabencana diperkirakan mencapai Rp318 miliar," ia mengungkapkan.

Program ini akan diintegrasikan dengan kebijakan nasional penanganan bencana melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Tujuannya adalah memastikan pemulihan berjalan secara efektif dan berkelanjutan.

Penulis :
Arian Mesa