
Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ meresmikan revitalisasi Museum Tengger yang berada di lereng Gunung Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Senin 26 Januari 2026.
Revitalisasi Museum Tengger dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat dan daerah bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur dalam menjaga eksistensi warisan budaya leluhur Suku Tengger di tengah era digitalisasi dan globalisasi.
Revitalisasi difokuskan pada pembenahan interior museum serta penyempurnaan narasi storyline yang dikerjakan oleh tim ahli dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur dan Kementerian Kebudayaan.
Museum Tengger diharapkan memiliki peran strategis sebagai penjaga memori bangsa sekaligus pusat pengetahuan budaya masyarakat Tengger yang tersebar di Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, dan Malang.
Sebelum peresmian, dilakukan ritual doa yang dipimpin Dukun Pandita sebagai simbol penghormatan terhadap adat istiadat masyarakat setempat.
Museum Tengger yang pertama kali dibangun dan diresmikan pada November 2017 dinilai perlu mendapatkan perhatian agar mampu berfungsi optimal sebagai ruang edukasi, dokumentasi, dan pewarisan nilai budaya kepada generasi mendatang.
Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ menyampaikan Museum Tengger merupakan pusat informasi budaya masyarakat Tengger yang memiliki nilai sejarah tinggi dan berperan penting dalam menjaga identitas daerah.
Museum Tengger ditegaskan kembali sebagai Jendela Jiwa Bromo yang menjadi ruang presentasi nilai, adat, dan sejarah masyarakat Tengger sebelum wisatawan melangkah ke kawasan Gunung Bromo.
Museum menyimpan berbagai koleksi berupa benda pusaka bersejarah, busana adat, artefak budaya, serta dokumentasi tradisi seperti upacara Yadnya Kasada yang mencerminkan nilai harmoni manusia dengan alam, sesama, dan Sang Pencipta.
Pengamat budaya Tengger dari Universitas Jember Dr Ikwan Setiawan berharap revitalisasi museum mampu menghadirkan informasi sejarah yang lebih akurat dan komprehensif, seraya mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengelolaannya.
Ia menilai museum perlu menghadirkan tampilan dinamis dan interaktif, termasuk pemanfaatan konten berbasis kecerdasan artifisial AI, agar menarik minat generasi Z tanpa menghilangkan aspek historis.
Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menyatakan museum yang telah dipercantik akan mengubah wajah pariwisata Gunung Bromo dan diintegrasikan ke dalam paket wisata resmi.
Pemerintah daerah bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo berkomitmen mempromosikan Museum Tengger melalui berbagai media dan kolaborasi lintas sektor.
Revitalisasi Museum Tengger diharapkan menjadi upaya nyata menghadapi ancaman kepunahan warisan nenek moyang sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Probolinggo sebagai daerah kaya budaya dan tradisi Suku Tengger.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti





