
Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mengganti sejumlah pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada Rabu, 28 Januari 2026, sebagai bagian dari langkah besar perbaikan institusi.
Purbaya menyatakan bahwa langkah ini merupakan awal dari restrukturisasi besar-besaran di sektor perpajakan dan kepabeanan.
"Kami akan memperbaiki restrukturisasi pegawai pajak dan bea cukai secara besar-besaran. Bea Cukai akan kami mulai besok," ungkapnya.
Pergantian Pejabat di Lima Pelabuhan Utama
Perombakan akan dilakukan secara selektif terhadap pejabat di lima pelabuhan utama, yaitu Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta Utara), Tanjung Emas (Semarang), Tanjung Perak (Surabaya), Batu Ampar (Batam), dan Belawan (Sumatera Utara).
Menurut Purbaya, penggantian tidak dilakukan terhadap seluruh pejabat, melainkan berdasarkan seleksi tertentu.
"Nggak (semua pejabat). Sebagian dirumahkan, sebagian nggak. Tergantung doa mereka nanti malam," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa beberapa pejabat akan dinonaktifkan sementara, tergantung evaluasi kinerja dan integritas.
Langkah ini bertujuan memperkuat upaya DJBC dalam mencegah kebocoran penerimaan negara dan meningkatkan efisiensi organisasi.
Dorongan Serius Perbaikan Kinerja DJBC
Purbaya menegaskan bahwa perombakan ini adalah pesan kuat bagi jajaran DJBC agar bekerja lebih serius ke depan.
"Ini message (pesan) untuk teman-teman Bea Cukai yang lain supaya bekerja dengan lebih serius ke depan," ia mengungkapkan.
Menurutnya, sumber daya manusia di DJBC sejatinya memiliki kompetensi yang baik, namun membutuhkan dorongan untuk mengoptimalkan kinerja.
Adapun pejabat pengganti akan diambil dari internal DJBC untuk mempercepat proses penyesuaian.
Mengambil pejabat dari luar dinilai tidak efektif karena memerlukan masa adaptasi yang lebih lama.
Selain DJBC, Purbaya juga mengungkapkan bahwa akan ada rencana perombakan di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), namun belum dijelaskan secara rinci.
- Penulis :
- Leon Weldrick







