
Pantau - Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI Adian Napitupulu melontarkan kritik keras terhadap pemerintah terkait pengelolaan tambang dan lalu lintas truk di kawasan Parung Panjang, Jawa Barat, yang dinilai mencerminkan kegagalan negara dalam menegakkan aturan yang dibuatnya sendiri.
Kritik tersebut disampaikan Adian Napitupulu dalam Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Gerakan Masyarakat Parung Panjang yang digelar di Gedung Nusantara II, DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
Adian Napitupulu menyoroti maraknya truk-truk tambang berukuran besar yang dikemudikan oleh anak-anak di bawah umur tanpa adanya penindakan tegas dari aparat kepolisian.
Fenomena anak berusia 14 hingga 15 tahun yang mengemudikan truk tronton disebut sebagai bukti nyata lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di lapangan.
Ia menilai negara terlalu sibuk membuat keputusan, namun tidak mampu melaksanakan dan menegakkan keputusan tersebut secara konsisten.
Lemahnya pengawasan kepolisian disebut Adian sebagai salah satu penyebab utama terus terjadinya pelanggaran lalu lintas truk tambang di kawasan Parung Panjang.
Adian Napitupulu juga mengkritisi efektivitas Surat Edaran Gubernur Jawa Barat terkait pembatasan jam operasional truk tambang yang dinilai tidak memiliki daya paksa.
Menurutnya, Surat Edaran tidak disertai sanksi pidana seperti halnya Peraturan Daerah sehingga kerap diabaikan oleh para pelaku usaha tambang.
Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan negara seharusnya dibarengi dengan kekuatan hukum yang mampu memaksa pelaksanaannya.
“Kekacauan yang terjadi di Parung Panjang ini tanggung jawab negara dari hulu sampai hilir,” ungkap Adian Napitupulu.
Adian menegaskan negara memiliki peran besar karena menerbitkan Izin Usaha Pertambangan, menerima pajak, serta memiliki kewenangan dalam pengaturan penggunaan jalan.
Ia menekankan bahwa negara wajib memastikan kewajiban pembangunan jalan tambang oleh pemegang Izin Usaha Pertambangan benar-benar dilaksanakan.
Ketidakmampuan negara dalam menegakkan aturan yang dibuatnya sendiri dinilai Adian akan berdampak pada hilangnya wibawa negara di mata masyarakat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








