
Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan siap menjadi fasilitator bagi musisi Indonesia Timur dalam membentuk ekosistem musik yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.
Fadli Zon menyampaikan hal tersebut dalam diskusi terarah mengenai Peta Jalan Ekosistem Musik Indonesia Timur.
"Banyak musik Indonesia Timur yang viral, seperti lagu Tabola-Bale, dan ini menjadi fenomena menarik yang patut kita apresiasi oleh seluruh masyarakat Indonesia," ungkapnya.
Ia menambahkan, "Kementerian Kebudayaan sebagai fasilitator siap untuk mendorong dan memfasilitasi teman-teman semua dalam menciptakan ekosistem musik beserta objek pemajuan kebudayaan lainnya."
Dukungan Pemerintah terhadap Musik Lokal
Fadli Zon menjelaskan bahwa popularitas musik Indonesia Timur menunjukkan bahwa karya berbasis budaya lokal dapat diterima oleh penikmat musik dari berbagai daerah dan lintas generasi.
Kementerian Kebudayaan telah menyelenggarakan berbagai program untuk mendukung pertumbuhan industri musik nasional, salah satunya adalah Konferensi Musik Indonesia (KMI).
Kegiatan dalam KMI meliputi diskusi, seminar, pameran, dan pasar musik sebagai wadah untuk kolaborasi serta memperluas jangkauan pasar bagi musisi Indonesia.
Pemerintah juga memberi perhatian khusus terhadap ekosistem drama musikal sebagai bagian dari penguatan industri kreatif berbasis budaya.
Peran Strategis Musik dalam Ekonomi Kreatif
Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menyatakan bahwa musik merupakan bagian penting dari pengembangan ekosistem kebudayaan nasional.
"Negara hadir sebagai fasilitator dalam upaya penguatan ekosistem musik," ia mengungkapkan.
Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Kebudayaan menjalankan program seperti Manajemen Talenta Nasional yang memberikan ruang pertemuan dan pembinaan bagi para seniman.
Program ini bertujuan menciptakan ekosistem musik yang sehat dan berkelanjutan dengan dukungan penuh dari pemerintah.
- Penulis :
- Shila Glorya








