Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Tanjung Lesung Mantapkan Komitmen Pariwisata Berkelanjutan Jelang 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Tanjung Lesung Mantapkan Komitmen Pariwisata Berkelanjutan Jelang 2026
Foto: (Sumber: Foto udara kawasan wisata Tanjung Lesung. ANTARA/HO-Tanjung Lesung/pri.)

Pantau - Kawasan wisata Tanjung Lesung, Banten, memperkuat komitmen terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan menyeimbangkan pertumbuhan kunjungan wisatawan, kenyamanan pengunjung, dan pelestarian lingkungan hingga tahun 2026.

Direktur Utama Tanjung Lesung, Poernomo Siswaprasetijo, menegaskan bahwa pengelolaan kawasan tidak semata-mata bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga menjaga kesinambungan manfaat lingkungan dan ekonomi.

"Pengembangan Tanjung Lesung kami arahkan agar tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas pariwisata dan kelestarian alam, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," ungkapnya.

Ragam Kegiatan Komunitas dan Konservasi

Sepanjang tahun 2025, berbagai kegiatan berbasis komunitas dan lingkungan digelar untuk memperkuat keterlibatan wisatawan secara langsung, antara lain Rhino Eco Run, Sunset Fun Run Fest, Aero Sport Fest, dan Exciting Banten Festival.

Kegiatan-kegiatan tersebut dirancang agar wisatawan tidak hanya menikmati alam, tetapi juga mengenal budaya lokal secara bertanggung jawab.

Selain itu, pengelola kawasan aktif menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah serta para pemangku kepentingan pariwisata guna memastikan arah pembangunan kawasan tetap berkelanjutan.

Atas komitmen tersebut, Tanjung Lesung menerima penghargaan dari Kabar Banten Awards sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi terhadap prinsip keberlanjutan.

Infrastruktur dan Akses Baru Dongkrak Potensi

Menyongsong tahun 2026, Tanjung Lesung bersiap menyambut perubahan pola kunjungan seiring rencana beroperasinya Tol Serang–Panimbang Seksi 2 pada Oktober 2026.

Tol baru ini diperkirakan memangkas waktu tempuh dari Jakarta dan sekitarnya, sehingga meningkatkan potensi kunjungan wisatawan.

"Menyambut peningkatan aksesibilitas, kami memperkuat ragam aktivitas wisata tanpa mengesampingkan prinsip keberlanjutan," ia mengungkapkan.

Dari sisi lingkungan, sejumlah program konservasi terus dijalankan, seperti pembersihan pantai, penanaman pohon, penangkaran dan pelepasliaran penyu, serta konservasi terumbu karang melalui program orang tua asuh.

Seluruh upaya tersebut ditujukan untuk menjaga kualitas perairan dan ekosistem laut meskipun aktivitas wisata terus berkembang.

Kawasan pantai sepanjang 14 kilometer dilengkapi dengan pengaman pantai, jalur pedestrian, dan jogging track yang dirawat secara berkala guna menjamin kenyamanan dan keamanan pengunjung.

"Upaya ini merupakan ikhtiar agar keindahan alam Tanjung Lesung tetap terjaga dan dapat dinikmati generasi mendatang," tambah Poernomo.

Penulis :
Aditya Yohan