Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Megawati Soekarnoputri Tegaskan Dunia Seharusnya Tanpa Perang karena Manusia Hidup di Satu Bumi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Megawati Soekarnoputri Tegaskan Dunia Seharusnya Tanpa Perang karena Manusia Hidup di Satu Bumi
Foto: (Sumber: Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. ANTARA/HO-PDIP.)

Pantau - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai peperangan masih terus terjadi karena dunia mulai kehilangan kesadaran bahwa manusia hidup sebagai satu kesatuan di satu bumi.

Pandangan tersebut disampaikan Megawati usai mengikuti seluruh rangkaian agenda Zayed Award for Human Fraternity 2026 yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Kamis malam waktu setempat.

Megawati mengaku pernyataan itu ia simpulkan dari berbagai pembicaraan yang ia dengarkan selama mengikuti forum internasional tersebut.

"Nah, mengenai kembali kepada Zayed Award Human Fraternity ini, dari semua pembicaraan yang saya dengar, memang mereka berkeinginan bahwa mereka semua merasakan bahwa bagaimana dunia ini sepertinya akan mulai melupakan sebetulnya kehidupan kita itu satu, satu bumi," ungkap Megawati Soekarnoputri.

Megawati menegaskan bahwa dalam perkembangan dunia saat ini, peperangan seharusnya tidak lagi menjadi pilihan dalam menyelesaikan konflik.

"Dan seharusnya mestinya sudah selesai, tidak ada perang. Yang ada harusnya diteruskan dengan perdamaian. Dan itu tentunya juga masuk ke dalam peran wanita," ujar Megawati.

Ia mendorong agar dunia internasional mengedepankan perdamaian yang berkelanjutan serta mengakui peran strategis perempuan dalam mewujudkan stabilitas global.

Dalam forum global tersebut, Megawati kembali memperkenalkan Pancasila sebagai konsep yang relevan dan bersifat universal bagi masyarakat dunia.

"Begitu juga kalau masalah kemanusiaan, seperti yang saya katakan ketika hari pertama dengan Pancasila itu, sebenarnya kalau mau, saya bilang kepada mereka-mereka bahwa itu sebetulnya bisa menjadi sesuatu yang universal," kata Megawati.

Ia menjelaskan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan peri kemanusiaan dalam Pancasila dapat diadaptasi untuk menjawab tantangan global dan selaras dengan semangat Human Fraternity.

"Ketuhanan Yang Maha Esa bisa diadopsi dari kemanusiaan dan yang lainnya, terutama tentunya di dalam masalah diskusi yang masalah kemanusiaan karena Human Fraternity itu, ya saya bilang bisa memakai yang namanya peri kemanusiaan. Sehingga dengan demikian bisa selaras," ujarnya.

Kehadiran Megawati sebagai tokoh perempuan senior juga menarik perhatian peserta konferensi yang mempertanyakan konsistensinya memimpin partai politik besar hingga saat ini.

"Makanya saya banyak sekali ditanya, bagaimana kok bisa menjadi sampai hari ini saya masih menduduki sebagai Ketua Umum partai, juga masih aktif. Saya mengatakan, ya itu tergantung kepada kaum perempuannya sendiri," ungkap Megawati.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati turut menyampaikan kebanggaannya terhadap kemajuan hukum di Indonesia, khususnya perlindungan bagi perempuan dan anak.

"Dan tapi saya merasa bangga bahwa kita sudah punya undang-undang untuk perempuan dan perlindungan perempuan dan anak. Mereka kaget sekali bahwa kok bisa sampai terjadi adanya perundangan seperti itu," katanya.

Penulis :
Aditya Yohan